Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Senin, 31 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Berjualan di Marketplace/E-Commerce? Begini Aspek Pajak dan Cara Pelaporannya!

Riezka Yunita HandiniebyRiezka Yunita Handinie
A A
244
SHARES
3.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PERTANYAAN

Mohon izin bertanya, saya Inan. Dalam waktu dekat ini perusahaan tempat saya bekerja (Wajib Pajak Badan yang sudah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak/PKP) berniat untuk menjual produk-produk kami melalui marketplace/e-commerce. Saya ingin bertanya, bagaimana aspek pajak dan cara pelaporan pajak atas transaksi penjualan melalui marketplace/e-commerce?

 

  • Inan, Bandung
Picture of Riezka Yunita Handinie

Riezka Yunita Handinie

Senior Tax Consultant, Tax Consulting Division
PERNYATAAN PENYANGKALAN
Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.
Baca Disclaimer
DISCLAIMER

Ibu Inan, terima kasih atas pertanyannya. Berikut ini kami coba jelaskan mengenai aspek pajak dan cara pelaporan pajak atas transaksi penjualan melalui marketplace/e-commerce. Kami membagi penjelasan menjadi dua bagian, yaitu aspek pajak atas transaksi dengan penyedia platform marketplace dan atas transaksi dengan konsumen akhir/pembeli.

1. Transaksi dengan penyedia platform marketplace

a. Aspek Pajak Penghasilan (PPh)

1) Pada transaksi marketplace/e-commerce, penyedia platform memberikan jasa penyediaan tempat kegiatan usaha (platform) kepada penjual (merchant) dan menagih imbalan dalam bentuk fee atau biaya administrasi atas penyediaan platform tersebut.

2) Sebagaimana dijelaskan di Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-06/PJ/2015 dan Pasal 23 UU PPh (UU No. 7/1983 s.t.d.t.d. UU No. 7/2021), penjual (merchant) sebagai pengguna jasa platform harus memotong PPh Pasal 23 atas imbalan yang diberikan kepada penyedia platform marketplace (biasanya berbentuk biaya administrasi).

b. Aspek Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

1) Sebagaimana penjelasan pada butir a.1), pada dasarnya penyedia platform marketplace memberikan jasa kepada penjual (merchant). Berdasarkan Pasal 4 dan Pasal 4A UU PPN (UU No. 8/1983 s.t.d.t.d. UU No. 7/2021), jasa penyediaan platform marketplace merupakan bagian dari Jasa Kena Pajak (JKP).

2) Atas penyerahaan JKP tersebut, penyedia platform marketplace harus memungut PPN yang terutang dan menerbitkan Faktur Pajak kepada penjual (merchant). Berdasarkan Pasal 9 UU PPN, penjual (merchant) dapat mengkreditkan PPN Masukan dari PPN Keluaran atas jasa yang dibayarkan kepada penyedia platform marketplace.

Sebaiknya, Ibu memastikan kembali transaksi dengan marketplace untuk memperjelas kewajiban pajaknya. Jika perusahaan Ibu menerima layanan dari marketplace sehingga membayar imbalan jasa (dapat berupa fee jasa/admin fee), ketentuan di huruf a dan huruf b berlaku. Dengan demikian perusahaan Ibu harus memotong PPh Pasal 23 atas jasa dari marketplace dan membayar PPN yang dipungut oleh marketplace. Terkait dengan PPN, agar perusahaan Ibu dapat mengkreditkan PPN Masukan, perusahaan Ibu perlu meminta Faktur Pajak dari marketplace.

Perusahaan Ibu sebaiknya memastikan kembali ke masing-masing marketplace perihal sistem dan kewajiban pajak atas layanan dari marketplace karena masing-masing marketplace dapat memiliki sistem dan kebijakan yang berbeda-beda.

2. Transaksi dengan konsumen akhir/pembeli

a. Aspek PPh

1) Atas penjualan barang yang dilakukan melalui marketplace/e-commerce berlaku ketentuan PPh umum sehingga omzet penjualannya merupakan penghasilan yang harus penjual (merchant) laporkan di SPT Tahunan PPh masing-masing.

2) Penghasilan dari penjualan melalui marketplace/e-commerce dikenakan tarif PPh normal yaitu tarif Pasal 17 UU PPh, kecuali penjual (merchant) merupakan Wajib Pajak (WP) dengan peredaran bruto dalam setahun kurang dari Rp 4,8 Miliar yang diatur di Pasal 56 dan Pasal 57 Peraturan Pemerintah (PP) No. 55/2022. Kepada WP tersebut dikenakan tarif PPh final dengan tarif 0,5%.

b. Aspek PPN

1) Sebagaimana disebutkan di Pasal 3A UU PPN, pengusaha yang telah menjadi PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau JKP wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN yang terutang. Maka dari itu, pada dasarnya, penjual (merchant) di marketplace/e-commerce wajib memotong PPN dan menyetorkan PPN yang dipungut dari setiap penjualan. Selain itu, penjual (merchant) tersebut juga harus menerbitkan Faktur Pajak sesuai ketentuan Pasal 13 UU PPN.

2) Atas kewajiban penerbitan Faktur Pajak, Pasal 13 ayat (5a) UU PPN menjelaskan bahwa PKP pedagang eceran dapat membuat Faktur Pajak tanpa mencantumkan keterangan mengenai identitas konsumen akhir/pembeli serta nama dan tanda tangan penjual (merchant). Pasal 25 ayat (3) Peraturan Dirjen Pajak No. PER-03/PJ/2022 (PER 03/2022) s.t.d.t.d. PER-11/PJ/2022 dan Pasal 30 PP No. 44/2022 menjelaskan bahwa pedagang eceran adalah pedagang yang melakukan transaksi dengan konsumen akhir termasuk yang dilakukan melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

3) Berdasarkan Pasal 26 PER 03/2022, Faktur Pajak eceran dapat berupa bon kontan, faktur penjualan, segi cash register, karcis, kuitansi, atau tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis. Faktur Pajak tersebut juga dapat dibuat dalam bentuk elektronik. Faktur Pajak eceran harus dibuat dengan mencantumkan keterangan yang paling sedikit memuat:

a) nama, alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP;
b) jenis barang atau jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga;
c) PPN atau PPN dan PPnBM yang dipungut, dapat:

  1. termasuk dalam harga jual atau penggantian; atau
  2. dicantumkan secara terpisah dari harga jual atau penggantian; dan

d) kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak.

Selain itu, bentuk, ukuran, kode, dan nomor seri Faktur Pajak dapat disesuaikan dengan kepentingan dan kelaziman usaha pedagang eceran.

KontenTerkait

PPh Final

Omzet Rp700 Juta, Apakah Kena PPh Final 0,5%?

12 Agustus 2026
Annual Report

Apakah seluruh informasi dalam Annual Report wajib diaudit?

27 Juli 2026

4) Oleh karena itu, apabila perusahaan Ibu melakukan penjualan kepada konsumen akhir melalui marketplace/e-commerce, perusahaan Ibu dapat membuat Faktur Pajak eceran. perusahaan Ibu dapat mengonfirmasi kembali apakah secara sistem di marketplace akan secara otomatis memungut PPN dari pelanggan atau tidak. Jika tidak, perusahaan Ibu perlu memperhitungkan PPN ke dalam harga jual barang di marketplace.

Demikian penjelasan kami ya bu. Semoga bermanfaat.

 

 

author avatar
Riezka Yunita Handinie
Senior Tax Consultant, Tax Consulting Division
See Full Bio
Tags: aspek pajakFaktur PajakFaktur Pajak Eceranpajak e-commercepajak marketplacePedagang EceranPelaporan Pajak E CommerePPhPPN
244
SHARES
3.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DISCLAIMER

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi pratamainstitute.com bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Previous Post

Sosialisasikan Pajak Natura

Next Post

Vendor Luar Negeri Memberikan Jasa Konstruksi di Indonesia: Dipotong PPh Pasal 26 atau 4 ayat (2)?

Related Posts

PPh Final
Konsultasi

Omzet Rp700 Juta, Apakah Kena PPh Final 0,5%?

3 minggu ago
Annual Report
ESG

Apakah seluruh informasi dalam Annual Report wajib diaudit?

1 bulan ago
Annual Report
ESG

Apakah Annual Report Harus Direvisi Setelah Dipublikasikan?

1 bulan ago
Sanksi terlambat lapor Annual Report
Konsultasi

Apa Sanksi Jika Terlambat Menyampaikan Annual Report?

1 bulan ago
Piutang tak tertagih
Konsultasi

Perlakuan Akuntansi dan Pajak atas Piutang Tak Tertagih

7 bulan ago
Impairment Asset
Konsultasi

Perlakuan Pajak Penghasilan atas Impairment Aset

8 bulan ago

BACA JUGA

Sampah

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

Penghasilan dari Luar Negeri Apakah Dikenakan Pajak?

Pengawasan Wajib Pajak Belum Terdaftar dalam SE-8/PJ/2026

Pemutihan Pajak Kendaraan: Apakah Semua Tunggakan Dihapus?

Pengawasan Berbasis Data, Kepatuhan Pajak Meningkat?

Apakah Uang Pesangon Dipotong Pajak?

Standar Pengungkapan Keberlanjutan Menuju Implementasi 2027

Krisis GCG di Balik Kabut Asap Kalimantan 2026

Mengenal PAPI dan ISSA 5000: Babak Baru Sustainability Assurance di Indonesia

Menakar Strategi Lintas Industri Menuju Net Zero

Dasar Pemikiran dan Perkembangan Pajak Internasional

Please login to join discussion
Picture of Riezka Yunita Handinie

Riezka Yunita Handinie

Senior Tax Consultant, Tax Consulting Division

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Next Post
vendor

Vendor Luar Negeri Memberikan Jasa Konstruksi di Indonesia: Dipotong PPh Pasal 26 atau 4 ayat (2)?

Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.

  • Pernyataan Penyangkalan / Disclaimer

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Pada dasarnya Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia dan hubungan klien – konsultan pajak tidak terjadi. Untuk suatu nasihat yang dapat diterapkan pada kasus yang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang konsultan pajak yang kompeten.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id berhak sepenuhnya mengubah judul dan/atau isi pertanyaan tanpa mengubah substansi dari hal-hal yang ditanyakan.

Artikel jawaban tertentu dari Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id mungkin sudah tidak sesuai/tidak relevan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

Kami sarankan Anda untuk mengecek kembali dasar hukum yang digunakan di dalam artikel jawaban Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id untuk memastikan peraturan perundang-undangan yang digunakan masih berlaku.