Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 1 September 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusiย Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusiย Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Bayar Jasa Perhotelan ke Luar Negeri, Apakah Dipotong Pajak?

Alifia QhoiriyahbyAlifia Qhoiriyah
A A
180
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PERTANYAAN

Pertanyaan

Bagaimana pemajakan transaksi jasa hotel (usaha travel) di mana pihak pengguna jasa perusahaan di Indonesia menggunakan jasa hotel di Singapura dari perusahaan yang berdomisili juga di Singapura, apakah ini menjadi objek PPh 26?

 

  • Wibowo, Jakarta
Picture of Alifia Qhoiriyah

Alifia Qhoiriyah

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
PERNYATAAN PENYANGKALAN
Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.
Baca Disclaimer
DISCLAIMER

Ringkasan Jawaban

Jika hotel di Singapura memiliki SKD WPLN dan tidak memiliki BUT di Indonesia, pembayaran ke hotel di Singapura tersebut tidak akan dipajaki di Indonesia. Namun, jika hotel di Singapura tersebut tidak dapat menunjukkan SKD WPLN, maka ketentuan dalam tax treaty tidak berlaku. Akibatnya atas pembayaran dari pihak di Indonesia ke hotel di Singapura akan dipotong PPh Pasal 26 dengan tarif 20% dari jumlah bruto pembayaran yang dilakukan

Pembahasan Lengkap

Terima kasih Pak Wibowo atas pertanyaannya. Pembayaran ke luar negeri dari penghasilan yang bersumber di Indonesia harus memperhatikan ada atau tidaknya tax treaty antara Indonesia dan negara yang bersangkutan. Hal ini karena adanya tax treaty berpengaruh pada hak pemajakan yang dimiliki baik oleh negara domisili dalam hal ini negara mitra perjanjian, maupun negara sumber dalam kasus adalah Indonesia.

Diketahui bahwa Indonesia dan Singapura memiliki tax treaty, artinya ketentuan perpajakan baik bagi Indonesia maupun Singapura mengacu pada peraturan tax treaty yang berlaku. Hal ini karena tax treaty dapat mengesampingkan undang-undang domestik sebagaimana asas lex specialis derogat legi generali yang berarti undang-undang yang bersifat khusus meniadakan keberlakuan undang-undang yang bersifat umum. Akan tetapi, untuk memanfaatkan fasilitas dalam tax treaty, perusahaan lawan transaksi harus memiliki Surat Keterangan Domisili (SKD) sesuai dengan Pasal 3 ayat (2) Peraturan Jenderal Pajak Nomor PER-25/PJ/2018 (“PER-25/2018”).

โ€œDalam hal terdapat pengaturan khusus dalam P3B, Pemotong dan/atau Pemungut Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan pemotongan dan/atau pemungutan pajak sesuai dengan ketentuan dalam P3B sepanjang WPLN menyampaikan SKD WPLN yang berisi informasi mengenai telah terpenuhinya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.โ€

(Pasal 3 ayat (2) PER-25/2018)

SKD WPLN adalah surat keterangan berupa formulir yang diisi oleh WPLN dan disahkan oleh Pejabat yang Berwenang dari negara mitra atau yurisdiksi mitra P3B dalam rangka penerapan P3B.

Penghasilan jasa perhotelan dapat dikategorikan sebagai business profit sebagaimana yang diatur dalam Pasal 7 ayat (1) tax treaty Indonesia-Singapura.

โ€œThe profits of an enterprise of a Contracting State shall be taxable only in that State unless the enterprise carries on business in the other Contracting State through a permanent establishment situated therein. If the enterprise carries on business as aforesaid, the profits of the enterprise may be taxed in the other State but only so much of them as is attributable to that permanent establishment.โ€

(Pasal 7 ayat (1) tax treaty Indonesia-Singapura)

Dalam ketentuan business profit disebutkan bahwa penghasilan yang diterima perusahaan di Singapura hanya dapat dipajaki di Singapura. Dengan demikian, penghasilan jasa hotel yang bersumber dari Indonesia yang diterima oleh hotel di Singapura hanya dapat dipajaki di Singapura dan Indonesia tidak memiliki hak pemajakan. Namun, apabila hotel di Singapura tersebut memiliki BUT di Indonesia, Indonesia memiliki hak pemajakan atas penghasilan yang diperoleh BUT tersebut dan yang bersumber dari Indonesia.

Dari kasus saudara, selama usaha hotel di Singapura memiliki SKD WPLN, pembayaran ke hotel di Singapura tersebut tidak akan dipajaki di Indonesia (dengan asumsi tidak ada BUT di Indonesia) sebagaimana ketentuan business profit dalam tax treaty Indonesia-Singapura. Akan tetapi, apabila hotel di Singapura tersebut tidak dapat menunjukkan SKD WPLN, maka ketentuan dalam tax treaty tidak berlaku. Akibatnya atas pembayaran dari perusahaan saudara ke hotel di Singapura akan dipotong PPh Pasal 26 sesuai dengan Pasal 26 ayat (1) huruf d โ€œimbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatanโ€ yang dipotong pajak dengan tarif 20% dari jumlah bruto pembayaran yang dilakukan. Demikian, semoga membantu

author avatar
Alifia Qhoiriyah
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: Jasa Luar NegeriPPh Pasal 26Wajib pajak Luar Negeri
180
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DISCLAIMER

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi pratamainstitute.com bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Previous Post

Book-Tax Differences during the Crisis: Does Corporate Social Responsibility Matter?

Next Post

Kalender Pajak September 2024

Related Posts

Sustainability Reporting
Konsultasi

Apakah Sustainability Report Bisa Digabung dengan Annual Report?

22 jam ago
PPh Final
Konsultasi

Omzet Rp700 Juta, Apakah Kena PPh Final 0,5%?

3 minggu ago
Annual Report
ESG

Apakah seluruh informasi dalam Annual Report wajib diaudit?

1 bulan ago
Annual Report
ESG

Apakah Annual Report Harus Direvisi Setelah Dipublikasikan?

1 bulan ago
Sanksi terlambat lapor Annual Report
Konsultasi

Apa Sanksi Jika Terlambat Menyampaikan Annual Report?

1 bulan ago
Piutang tak tertagih
Konsultasi

Perlakuan Akuntansi dan Pajak atas Piutang Tak Tertagih

7 bulan ago

BACA JUGA

ilustrasi pernikahan

Apakah Hadiah Pernikahan Kena Pajak?

1 September 2026
Person typing on a keyboard with translucent holographic documents and checkmark icons floating above the desk.

SPK dan ISSA 5000 Memperkuat Kredibilitas Informasi Keberlanjutan

1 September 2026

Karyawan Bukan Lagi Kuasa Pajak? Memahami PMK 44/2026

Menabung di Bank Apakah Kena Pajak?

Apakah Sustainability Report Bisa Digabung dengan Annual Report?

Perkembangan Regulasi Sustainability Reporting di Indonesia

Apakah Beasiswa Kena Pajak?

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

Penghasilan dari Luar Negeri Apakah Dikenakan Pajak?

Pengawasan Wajib Pajak Belum Terdaftar dalam SE-8/PJ/2026

Pemutihan Pajak Kendaraan: Apakah Semua Tunggakan Dihapus?

Please login to join discussion
Picture of Alifia Qhoiriyah

Alifia Qhoiriyah

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1569 shares
    Share 628 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
Next Post
kalender pajak september 2024

Kalender Pajak September 2024

Copyright ยฉ 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusiย Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

ยฉ 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.

  • Pernyataan Penyangkalan / Disclaimer

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Pada dasarnya Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia dan hubungan klien โ€“ konsultan pajak tidak terjadi. Untuk suatu nasihat yang dapat diterapkan pada kasus yang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang konsultan pajak yang kompeten.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id berhak sepenuhnya mengubah judul dan/atau isi pertanyaan tanpa mengubah substansi dari hal-hal yang ditanyakan.

Artikel jawaban tertentu dari Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id mungkin sudah tidak sesuai/tidak relevan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

Kami sarankan Anda untuk mengecek kembali dasar hukum yang digunakan di dalam artikel jawaban Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id untuk memastikan peraturan perundang-undangan yang digunakan masih berlaku.