Perlakuan Akuntansi dan Pajak atas Piutang Tak Tertagih
Ringkasan Jawaban Piutang yang telah lama tidak tertagih namun masih dicatat dalam pembukuan mencerminkan ketidakpastian nilai realisasi aset dan menimbulkan...
Ringkasan Jawaban Piutang yang telah lama tidak tertagih namun masih dicatat dalam pembukuan mencerminkan ketidakpastian nilai realisasi aset dan menimbulkan...
Ringkasan Jawaban Impairment menurut PSAK adalah penurunan nilai aset secara permanen ketika nilai tercatat melebihi nilai terpulihkan, yang mengharuskan pengakuan...
Ringkasan Jawaban Merujuk Pasal 9 UU PPN, pajak masukan harus dikreditkan dengan pajak keluaran di masa pajak yang sama sepanjang...
Ringkasan Jawaban Analisis laporan keuangan merupakan bagian penting dalam perencanaan keuangan karena membantu perusahaan memahami kondisi keuangan saat ini dan...
Ringkasan Jawaban PPh Pasal 15 hanya dapat diterapkan kepada Wajib Pajak yang secara substansial merupakan perusahaan pelayaran dalam negeri, yaitu...
Bayangkan Anda telah bekerja selama lebih dari 20 tahun. Setiap bulan, sebagian penghasilan disisihkan untuk
Pernahkah Anda membayangkan telah bekerja selama puluhan tahun, rutin menyisihkan sebagian penghasilan untuk program Jaminan
Dunia perpajakan Indonesia mengalami perkembangan signifikan dengan hadirnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 44 Tahun 2026
Prinsip tempat pajak terutang merupakan salah satu elemen fundamental dalam sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Bayangkan Anda telah bekerja selama lebih dari 20 tahun. Setiap bulan, sebagian penghasilan disisihkan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai bekal ketika memasuki masa pensiun atau menghadapi risiko kehilangan...
Pernahkah Anda membayangkan telah bekerja selama puluhan tahun, rutin menyisihkan sebagian penghasilan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT), lalu ketika dana tersebut dicairkan masih ada pajak yang harus dipotong? Bagi...
| SANKSI ADMINISTRASI (UU KUP)* | |
|---|---|
| Pasal 19 ayat (1), Pasal 19 ayat (2), dan Pasaln 19 ayat (13) | 0,54% |
| Pasal 8 ayat (2), Pasal 8 ayat (2a), Pasal 9 ayat (2a), Pasal 9 ayat (2b), dan Pasal 14 ayat (3) | 0,95% |
| Pasal 8 ayat (5) | 1,37% |
| Pasal 13 ayat (2) dan Pasal 13 ayat (2a) | 1,79% |
| Pasal 13 ayat (3b) | 2,20% |
| IMBALAN BUNGA (UU KUP)* | |
| Pasal 11 ayat (3), Pasal 17B ayat (3), Pasal 17B ayat(4), dan PAsal 27B ayat (4) | 0,54% |
| *UU No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan s.t.d.td. UU No 7/2021 tentang Harmonisasi Perpajakan | |
| TATA CARA PERHITUNGAN TARIF BUNGA | |
| SANKSI ADMINISTRASI | |
| Pajak Kurang Bayar x Tarif Bunga per Bulan X Jumlah Bulan (Maks. 24 Bulan) | |
| IMBALAN BUNGA | |
| Pajak Lebih Bayar x Tarif Bunga per Bulan x Jumlah Bulan (Makx. 24 Bulan) |
© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.