Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Cara Menentukan Topik Material dalam Sustainability Report

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
30 Juli 2026
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
124 9
A A
0
Sustainability Report

Sumber : Freepik

152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu tahapan paling penting dalam penyusunan Sustainability Report adalah menentukan topik material. Topik material menjadi dasar bagi perusahaan dalam memilih isu keberlanjutan yang akan diungkapkan kepada para pemangku kepentingan. Melalui proses ini, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan yang disusun berfokus pada isu yang benar-benar relevan, memiliki dampak signifikan, dan mendukung pengambilan keputusan.

Kesalahan dalam menentukan topik material dapat menyebabkan Sustainability Report kehilangan fokus. Perusahaan berisiko mengungkapkan terlalu banyak informasi yang kurang relevan, sementara isu yang memiliki dampak besar justru tidak dibahas secara memadai. Oleh karena itu, proses penentuan topik material perlu dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada standar pelaporan keberlanjutan yang berlaku.

Konsep materialitas dalam Sustainability Report mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya perusahaan lebih banyak berfokus pada isu yang dianggap penting oleh manajemen atau investor, kini proses tersebut mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan perusahaan terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.

Menurut GRI Universal Standards 2021, topik material merupakan topik yang mencerminkan dampak paling signifikan dari aktivitas perusahaan terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia, termasuk dampak terhadap hak asasi manusia (GRI, 2021). Dengan demikian, perusahaan perlu melihat materialitas dari perspektif dampak (impact materiality), bukan semata-mata dari sisi risiko keuangan.

Di sisi lain, perusahaan yang menyusun pelaporan berdasarkan standar International Sustainability Standards Board (ISSB) perlu mempertimbangkan konsep financial materiality. Pendekatan ini menitikberatkan pada informasi keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi arus kas, akses pendanaan, biaya modal, maupun nilai perusahaan sehingga relevan bagi investor dan penyedia modal lainnya (IFRS Foundation, 2023). Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perlu memahami standar pelaporan yang digunakan sebelum memulai proses penentuan topik material.

Tahapan Menentukan Topik Material

Secara umum, proses penentuan topik material dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan. Tahap pertama adalah mengidentifikasi berbagai isu keberlanjutan yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan. Sumber informasi dapat berasal dari standar GRI, SASB, ISSB, regulasi pemerintah, tren industri, hasil penilaian risiko perusahaan, media massa, hingga ekspektasi investor dan masyarakat.

Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan oleh setiap isu. Dalam GRI Universal Standards 2021, perusahaan perlu menilai apakah suatu isu menimbulkan dampak positif maupun negatif, baik yang bersifat aktual maupun potensial. Penilaian tersebut mempertimbangkan tingkat keparahan (severity) dan kemungkinan terjadinya dampak (likelihood) (GRI, 2021).

Setelah itu, perusahaan perlu melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder engagement). Masukan dari investor, pelanggan, karyawan, pemasok, regulator, masyarakat sekitar, hingga organisasi masyarakat sipil dapat membantu perusahaan memahami isu yang dianggap paling penting oleh masing-masing kelompok. Keterlibatan pemangku kepentingan juga meningkatkan kredibilitas proses penentuan topik material.

Hasil identifikasi dampak dan masukan dari pemangku kepentingan kemudian dievaluasi oleh manajemen. Dalam tahap ini, perusahaan menentukan prioritas isu yang akan dimasukkan sebagai topik material dalam Sustainability Report. Keputusan tersebut sebaiknya didukung oleh dokumentasi yang memadai agar dapat dipertanggungjawabkan apabila dilakukan proses penelaahan maupun assurance.

Praktik Terbaik dalam Menentukan Topik Material

Penentuan topik material sebaiknya dipandang sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan tahunan untuk memenuhi kewajiban pelaporan. Perubahan strategi bisnis, ekspansi usaha, perkembangan regulasi, maupun munculnya risiko baru dapat memengaruhi daftar topik material dari waktu ke waktu.

Perusahaan juga perlu melibatkan berbagai fungsi dalam proses ini, seperti Corporate Secretary, Sustainability, Manajemen Risiko, Kepatuhan, Operasional, Human Capital, dan Keuangan. Kolaborasi lintas fungsi membantu menghasilkan penilaian yang lebih komprehensif karena setiap unit memiliki perspektif yang berbeda terhadap dampak dan risiko keberlanjutan.

Selain itu, perusahaan sebaiknya mendokumentasikan seluruh proses penentuan topik material, mulai dari identifikasi isu, metode penilaian, hasil konsultasi dengan pemangku kepentingan, hingga dasar penetapan topik material. Dokumentasi tersebut akan memudahkan proses penyusunan Sustainability Report, meningkatkan konsistensi antarperiode pelaporan, serta mendukung proses assurance apabila laporan keberlanjutan memperoleh penelaahan independen.

Pada akhirnya, topik material yang dipilih akan menentukan kualitas Sustainability Report. Semakin tepat perusahaan mengidentifikasi isu yang paling signifikan, semakin besar pula nilai informasi yang dapat diberikan kepada investor, regulator, pelanggan, maupun pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, proses materialitas perlu dilaksanakan secara objektif, transparan, dan mengacu pada standar pelaporan keberlanjutan yang berlaku.

author avatar
Muhamad Akbar Aditama
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: GRI Universal StandardsISSBJasa Penyusunan Sustainability ReportSASBStandar GRISustainability ReportTopik Material
Share61Tweet38Send
Previous Post

Peran Produsen FMCG dalam Extended Producer Responsibility

Next Post

Apakah Freelancer Wajib Membayar Pajak?

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Ilustrasi pengkreditan pajak masukan
Analisis

Mekanisme dan Tata Cara Pengkreditan Pajak Masukan

4 Agustus 2026
Business professional pointing to colorful charts on a clipboard beside a laptop, reviewing data.
Artikel

Permenkum 49 Tahun 2025: Wajah Baru Annual Report Perseroan

4 Agustus 2026
PPh atas Jasa Konstruksi
Analisis

Dinamika Ketentuan PPh Final atas Jasa Konstruksi

4 Agustus 2026
PPh Final Sewa Properti
Analisis

Tarif dan Mekanisme Pemotongan PPh Final Persewaan Properti

3 Agustus 2026
Ilustrasi penghasilan jualan onlien kena pajak
Analisis

Apakah Jualan Online Harus Bayar Pajak? Ini Aturan dan Objeknya

3 Agustus 2026
Objek PPh Final
Analisis

Objek PPh Final Persewaan Tanah dan/atau Bangunan

3 Agustus 2026
Next Post
Ilustrasi pajak untuk freelancer

Apakah Freelancer Wajib Membayar Pajak?

Annual Report

Bagaimana jika Terlambat Menyampaikan Annual Report?

Annual Report

Checklist Penyusunan Annual Report Sebelum Dipublikasikan

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    915 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.