Penyusunan Annual Report merupakan proses yang melibatkan banyak pihak di dalam perusahaan. Selain menyajikan informasi mengenai kinerja keuangan, laporan ini juga memuat informasi mengenai tata kelola perusahaan, profil perusahaan, manajemen risiko, tanggung jawab sosial, hingga analisis prospek usaha. Oleh karena itu, proses penelaahan sebelum publikasi menjadi tahapan yang sangat penting.
Kesalahan dalam Annual Report dapat berdampak pada kredibilitas perusahaan, menimbulkan kebutuhan untuk melakukan revisi setelah laporan dipublikasikan, bahkan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila informasi yang disampaikan terbukti tidak akurat atau menyesatkan. Karena itu, perusahaan perlu memiliki daftar pemeriksaan (checklist) yang digunakan sebelum Annual Report disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dipublikasikan kepada masyarakat.
Pastikan Seluruh Ketentuan OJK Telah Dipenuhi
Langkah pertama adalah memastikan bahwa seluruh komponen Annual Report telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK Nomor 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik dan SEOJK Nomor 30/SEOJK.04/2016 mengenai bentuk dan isi laporan tahunan.
Perusahaan dapat memulai pemeriksaan dengan memastikan bahwa seluruh bagian wajib telah tersedia, antara lain:
- identitas perusahaan;
- ikhtisar data keuangan penting;
- laporan Direksi;
- laporan Dewan Komisaris;
- profil perusahaan;
- analisis dan pembahasan manajemen;
- tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance);
- tanggung jawab sosial dan lingkungan;
- laporan keuangan yang telah diaudit beserta opini auditor independen.
Selain memastikan seluruh bagian tersedia, perusahaan juga perlu memeriksa apakah isi masing-masing bagian telah sesuai dengan persyaratan pengungkapan yang ditetapkan oleh OJK.
Kelengkapan informasi saja belum cukup apabila data yang disajikan masih menunjukkan perbedaan antarbagian laporan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan konsistensi sebelum Annual Report dipublikasikan.
Salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan dalam Annual Report adalah ketidakkonsistenan informasi antarbagian laporan. Misalnya, jumlah karyawan yang berbeda antara profil perusahaan dan pembahasan sumber daya manusia, nilai aset yang berbeda dengan laporan keuangan, atau perubahan struktur organisasi yang belum diperbarui pada seluruh bagian laporan.
Sebelum Annual Report dipublikasikan, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan silang terhadap seluruh data yang tercantum di dalam laporan, termasuk:
- angka keuangan yang mengacu pada laporan keuangan auditan;
- data operasional, seperti kapasitas produksi, volume penjualan, atau jumlah pelanggan;
- komposisi pemegang saham dan struktur organisasi;
- data mengenai Direksi, Dewan Komisaris, dan komite di bawah Dewan Komisaris;
- informasi mengenai penghargaan, sertifikasi, maupun aksi korporasi.
Seluruh angka, grafik, tabel, dan infografis juga perlu diperiksa kembali untuk memastikan tidak terjadi kesalahan penempatan data maupun perbedaan antara narasi dan visual yang disajikan.
Verifikasi Aspek Kepatuhan Hukum dan Tata Kelola
Annual Report merupakan dokumen keterbukaan informasi yang menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan investor. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memastikan bahwa seluruh informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Corporate Secretary bersama tim Legal perlu melakukan penelaahan terhadap berbagai aspek, antara lain:
- memastikan tidak terdapat informasi yang bertentangan dengan laporan keuangan auditan;
- memastikan seluruh aksi korporasi, transaksi material, maupun perkara hukum telah diungkapkan sesuai ketentuan;
- memverifikasi bahwa informasi mengenai tata kelola perusahaan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya;
- memastikan penggunaan istilah hukum dan regulasi telah mengacu pada ketentuan terbaru;
- memeriksa kelengkapan pernyataan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris beserta penandatanganannya sesuai ketentuan OJK.
Apabila perusahaan juga menerbitkan Sustainability Report, proses penelaahan sebaiknya dilakukan secara bersamaan untuk memastikan konsistensi informasi di kedua laporan. Sebagai contoh, data jumlah karyawan, struktur tata kelola, profil perusahaan, serta berbagai indikator yang muncul pada kedua laporan perlu memiliki angka dan penjelasan yang sama.
Pada tahap akhir, perusahaan disarankan melakukan quality review secara menyeluruh sebelum Annual Report dipublikasikan. Pemeriksaan akhir mencakup semua aspek yang disebutkan, termasuk substansi, tata bahasa, ejaan, desain, penomoran halaman, daftar isi, tautan digital, dan fungsi hyperlink pada laporan elektronik.
Perusahaan menyusun checklist secara sistematis untuk mengurangi risiko kesalahan, meningkatkan pengungkapan informasi, serta memenuhi ketentuan regulator. Dengan demikian, proses publikasi dapat berjalan lebih lancar dan perusahaan dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada investor maupun pemangku kepentingan lainnya.










