Sustainability Report merupakan dokumen yang menggambarkan bagaimana perusahaan mengelola dampak ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola dari kegiatan usahanya. Agar laporan tersebut memberikan informasi yang bermanfaat, penyusunannya perlu mengikuti struktur yang sistematis serta mengacu pada standar pelaporan yang berlaku, seperti GRI Standards maupun ketentuan POJK Nomor 51/POJK.03/2017 (GRI, 2021; OJK, 2017).
Meskipun format Sustainability Report dapat berbeda sesuai karakteristik perusahaan dan standar yang digunakan, terdapat beberapa komponen utama yang umumnya selalu disajikan. Bagian-bagian inilah yang membantu pemangku kepentingan memahami strategi keberlanjutan perusahaan beserta hasil yang telah dicapai.
Laporan keberlanjutan umumnya diawali dengan profil perusahaan yang memuat informasi mengenai kegiatan usaha, struktur organisasi, produk atau layanan, wilayah operasional, serta gambaran singkat mengenai model bisnis perusahaan. Informasi ini memberikan konteks sehingga pembaca dapat memahami bagaimana aktivitas perusahaan berkaitan dengan isu keberlanjutan (GRI, 2021).
Pada bagian ini perusahaan juga menjelaskan visi, komitmen, dan strategi keberlanjutan yang diterapkan. Penjelasan tersebut biasanya mencakup kebijakan ESG, tujuan jangka panjang, serta keterkaitan strategi keberlanjutan dengan strategi bisnis perusahaan.
Selain itu, banyak perusahaan menyampaikan sambutan Direksi atau Dewan Komisaris untuk menjelaskan prioritas keberlanjutan, tantangan yang dihadapi, dan arah pengembangan perusahaan pada periode mendatang.
Pengungkapan Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
Bagian utama Sustainability Report berisi informasi mengenai kinerja perusahaan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Penyajian data dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif agar pembaca dapat menilai perkembangan kinerja dari waktu ke waktu.
Pada aspek lingkungan (Environmental), perusahaan umumnya mengungkapkan informasi mengenai penggunaan energi, konsumsi air, emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, serta berbagai program pelestarian lingkungan. Pengungkapan tersebut membantu menunjukkan bagaimana perusahaan mengendalikan dampak operasional terhadap lingkungan (GRI, 2021).
Pada aspek sosial (Social), laporan biasanya memuat data mengenai tenaga kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, pelatihan dan pengembangan karyawan, keberagaman dan kesetaraan, hak asasi manusia, hubungan industrial, kepuasan pelanggan, serta program pemberdayaan masyarakat. Informasi tersebut menunjukkan bagaimana perusahaan menciptakan nilai bagi karyawan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Sementara itu, aspek tata kelola (Governance) menjelaskan sistem pengelolaan perusahaan, struktur organ tata kelola, etika bisnis, kepatuhan terhadap peraturan, manajemen risiko, pengendalian internal, hingga mekanisme penanganan pelanggaran. Pengungkapan ini memberikan gambaran mengenai kualitas tata kelola yang mendukung keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang (IFRS Foundation, 2023).
Selain menyampaikan capaian, perusahaan juga perlu menjelaskan tantangan yang dihadapi serta langkah perbaikan yang akan dilakukan. Pendekatan seperti ini membuat laporan menjadi lebih transparan dan kredibel dibandingkan hanya menampilkan keberhasilan.
Informasi Material, Target, dan Kinerja Keberlanjutan dalam Sustainability Report
Salah satu bagian terpenting dalam Sustainability Report adalah pengungkapan topik material. Materialitas merupakan proses untuk menentukan isu keberlanjutan yang memiliki dampak paling signifikan terhadap perusahaan maupun para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, isi laporan sebaiknya berfokus pada isu-isu yang benar-benar relevan dengan karakteristik bisnis perusahaan, bukan sekadar menyajikan informasi sebanyak mungkin (GRI, 2021).
Setelah menentukan topik material, perusahaan perlu menjelaskan target yang telah ditetapkan beserta indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur pencapaiannya. Penyajian target dan realisasi memberikan gambaran mengenai konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi keberlanjutan.
Agar perkembangan kinerja lebih mudah dipahami, Sustainability Report umumnya menyajikan data perbandingan selama beberapa tahun. Misalnya, tren penurunan emisi karbon, peningkatan penggunaan energi terbarukan, penurunan angka kecelakaan kerja, atau peningkatan jam pelatihan karyawan. Penyajian data secara konsisten memudahkan investor dan pemangku kepentingan mengevaluasi efektivitas program keberlanjutan dari waktu ke waktu (IFRS Foundation, 2023).
Pada bagian akhir laporan, perusahaan biasanya menyampaikan indeks GRI atau indeks standar pelaporan lainnya sebagai panduan bagi pembaca dalam menemukan setiap pengungkapan yang dipersyaratkan. Sebagian perusahaan juga melengkapi Sustainability Report dengan proses external assurance untuk meningkatkan keandalan informasi yang disampaikan.
Dengan demikian, isi Sustainability Report pada dasarnya menggambarkan bagaimana perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Laporan tersebut mencakup profil perusahaan, strategi keberlanjutan, pengungkapan kinerja ESG, topik material, target, indikator kinerja, hingga capaian yang diperoleh selama periode pelaporan.
Semakin lengkap, relevan, dan transparan informasi yang disajikan, semakin besar pula nilai Sustainability Report sebagai dasar pengambilan keputusan bagi investor, regulator, pelanggan, maupun pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, penyusunan Sustainability Report sebaiknya tidak dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebagai sarana untuk menunjukkan akuntabilitas dan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.










