Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 9 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Peran Strategis Sustainability Report bagi Perusahaan

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
15 Mei 2026
in ESG
Reading Time: 4 mins read
126 8
A A
0
Sustainability Report
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa tahun terakhir, sustainability report (laporan keberlanjutan) telah berkembang dari sekadar isu kepatuhan menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Perubahan lingkungan eksternal, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan seperti perubahan iklim, serta perubahan hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat telah membentuk ekspektasi baru terhadap peran perusahaan dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan (Matten & Crane, 2005). Dalam konteks tersebut, perusahaan tidak lagi dipandang hanya sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai pihak yang diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi berbagai pemangku kepentingan.

Perubahan tersebut mendorong berkembangnya praktik sustainability reporting sebagai instrumen komunikasi sekaligus alat pengelolaan bisnis. Sustainability report kini dipandang sebagai sarana bagi perusahaan untuk mengidentifikasi tantangan keberlanjutan, mengelola risiko, meningkatkan transparansi, serta mendorong perbaikan operasional perusahaan (KPMG, 2013). Tidak mengherankan apabila pelaporan keberlanjutan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam dua dekade terakhir.

Data survei KPMG menunjukkan bahwa pada tahun 2005 hanya sekitar 50% perusahaan terbesar dunia (Global 250/G250) yang menerbitkan sustainability report. Namun pada tahun 2013, jumlah tersebut meningkat menjadi 95%. Tren serupa juga terlihat pada 100 perusahaan terbesar di berbagai negara maju, yang meningkat dari sekitar 34% menjadi hampir 70% dalam periode yang sama (KPMG, 2005; KPMG, 2013). Peningkatan ini menunjukkan bahwa sustainability reporting telah menjadi bagian dari praktik bisnis modern dan bukan lagi sekadar tren sementara.

Pada tahap awal perkembangannya, sustainability reporting umumnya dilakukan untuk memperoleh legitimasi sosial. Perusahaan berusaha menunjukkan bahwa aktivitas bisnis mereka tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan sebagai respons atas tekanan publik dan meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan (Deegan, 2002; Deegan et al., 2000; Lindblom, 1993). Namun seiring waktu, motivasi perusahaan dalam menyusun sustainability report berkembang menjadi lebih strategis.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sustainability report kini digunakan untuk mencapai beragam tujuan bisnis, mulai dari memperkuat posisi kompetitif, mengurangi tekanan politik dan regulasi, menjaga hubungan dengan pemangku kepentingan, hingga menunjukkan akuntabilitas perusahaan terhadap isu keberlanjutan (Solomon & Lewis, 2002; Morhardt, 2010). Dengan kata lain, sustainability reporting telah berevolusi dari sekadar alat legitimasi menjadi instrumen strategis yang memengaruhi reputasi dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Meski demikian, meningkatnya jumlah sustainability report tidak selalu diikuti dengan peningkatan kualitas laporan. Berbagai studi menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan yang belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan sustainability reporting ke dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan (Bartolomeo et al., 2000; Durden, 2008; Mitchell & Hill, 2009). Dalam beberapa kasus, sustainability report masih disusun sebagai dokumen administratif tahunan yang berdiri terpisah dari strategi perusahaan.

Akibatnya, laporan yang dihasilkan sering kali hanya menampilkan informasi yang bersifat umum, tidak konsisten, atau terlalu fokus pada pencitraan positif perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan dinilai masih mengabaikan sebagian dampak sosial dan lingkungannya, atau tidak menyampaikan informasi secara utuh dan seimbang (Daub, 2007; Milne & Gray, 2007). Kondisi tersebut menyebabkan sustainability report kehilangan fungsinya sebagai alat evaluasi dan pengambilan keputusan yang efektif.

Padahal, sustainability report yang berkualitas seharusnya mampu menjelaskan hubungan antara strategi bisnis perusahaan dengan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dihasilkan. Laporan keberlanjutan tidak cukup hanya berisi narasi komitmen, tetapi juga harus menunjukkan target, capaian, risiko, tantangan, serta langkah perbaikan yang dilakukan perusahaan secara terukur. Dengan demikian, sustainability report dapat menjadi alat komunikasi yang lebih kredibel bagi investor, regulator, mitra bisnis, maupun masyarakat umum.

Selain itu, kualitas sustainability report juga sangat dipengaruhi oleh cara perusahaan memahami konsep sustainability itu sendiri. Dalam beberapa kajian, sustainability dipandang memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi strategis dan dimensi normatif. Pada level makro, sustainability sering diposisikan dalam bahasa “risiko” dan “peluang” yang berkaitan dengan investasi dan pertumbuhan bisnis. Sementara pada level mikro organisasi, sustainability dipahami sebagai bentuk komitmen moral, prinsip perusahaan, dan kepemimpinan dalam menciptakan bisnis yang bertanggung jawab (Higgins et al., 2015).

Dua pendekatan tersebut pada dasarnya tidak saling bertentangan. Justru sustainability report yang baik harus mampu menjembatani keduanya. Dari sisi strategis, perusahaan perlu menjelaskan bagaimana isu ESG memengaruhi risiko bisnis, efisiensi operasional, dan daya saing perusahaan. Namun di sisi lain, perusahaan juga perlu menunjukkan komitmen nyata terhadap dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas bisnisnya.

Oleh karena itu, sustainability report yang efektif tidak hanya berbicara mengenai kinerja perusahaan, tetapi juga menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola tantangan keberlanjutan secara berkelanjutan. Dalam praktiknya, perusahaan perlu mampu menyusun narasi yang tidak sekadar defensif atau bersifat pencitraan, melainkan menjelaskan konteks bisnis, tantangan yang dihadapi, serta proses pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan.

Aspek lain yang sangat menentukan kualitas sustainability report adalah materialitas (materiality). Laporan yang baik tidak harus memuat seluruh informasi secara berlebihan, tetapi harus mampu mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Penentuan topik material membantu perusahaan fokus pada isu yang benar-benar berdampak terhadap keberlanjutan bisnis maupun kepentingan publik.

Selain materialitas, integrasi data juga menjadi tantangan utama dalam penyusunan sustainability report. Banyak perusahaan masih menghadapi kendala dalam mengumpulkan, menyelaraskan, dan memverifikasi data non-keuangan dari berbagai unit kerja. Padahal, kualitas data sangat menentukan kredibilitas laporan keberlanjutan. Data yang tidak konsisten atau tidak didukung penjelasan yang memadai dapat mengurangi tingkat kepercayaan pembaca terhadap laporan yang disusun.

Karena itu, penyusunan sustainability report memerlukan pendekatan yang terstruktur, lintas fungsi, dan berbasis metodologi yang jelas. Proses penyusunan laporan idealnya melibatkan berbagai fungsi perusahaan, mulai dari operasional, keuangan, sumber daya manusia, tata kelola, hingga manajemen puncak. Kolaborasi tersebut penting agar sustainability report benar-benar merepresentasikan kondisi perusahaan secara menyeluruh.

Dalam konteks tersebut, kebutuhan terhadap jasa penyusunan sustainability report menjadi semakin relevan. Banyak perusahaan telah memiliki komitmen keberlanjutan, tetapi belum memiliki kapasitas internal yang memadai untuk menerjemahkannya menjadi laporan yang strategis, terukur, dan sesuai standar pelaporan yang berlaku. Dukungan pihak yang berpengalaman dapat membantu perusahaan menyusun sustainability report yang tidak hanya memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga mampu memperkuat reputasi dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.

Pada akhirnya, sustainability report yang berkualitas bukan sekadar dokumen formal tahunan, melainkan representasi dari bagaimana perusahaan memahami, mengelola, dan mengkomunikasikan isu keberlanjutan. Laporan yang baik menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial jangka pendek, tetapi juga memiliki komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

author avatar
Muhamad Akbar Aditama
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: GRI StandardJasa Penyusunan Sustainability ReportPenyusunan Sustainability Report
Share61Tweet38Send
Previous Post

Transformasi Pengawasan Pajak Berbasis Data

Next Post

Rupiah Melemah Salah Siapa?

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Sustainable Procurement
Analisis

Sustainable Procurement, Strategi Baru Memenangkan Tender B2B

9 Juli 2026
ilustrasi green job
Analisis

Ekonomi Hijau dan Green Jobs: Studi Kasus Indonesia

17 Juni 2026
ESG Disclosure
Artikel

Dampak ESG Rating terhadap Perusahaan dan Investor

10 Juni 2026
ESG and Investment
Artikel

Bagaimana ESG Disclosure Memengaruhi Kinerja Perusahaan

9 Juni 2026
Sustainability Report
ESG

Mengapa Sustainability Report Harus Mengintegrasikan GRI dan IFRS S1 & S2

26 Mei 2026
Sustainability Report
ESG

Apa yang Dibutuhkan Investor dari Sustainability Report

25 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi penguatan USD atas Rp

Rupiah Melemah Salah Siapa?

Ilustrasi daftar objek Non-BKP dan Non-JKP

Barang dan Jasa Tidak Dikenai Pajak (Non-BKP/Non-JKP)

ESG Disclosure

Membangun Kepercayaan Investor melalui ESG Disclosure

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1564 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Jasa Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.