Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Perubahan iklim, tuntutan transparansi, hingga meningkatnya perhatian investor terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) mendorong perusahaan untuk mengungkapkan informasi yang melampaui laporan keuangan. Salah satu bentuk pengungkapan tersebut adalah Sustainability Report atau laporan keberlanjutan.
Dahulu laporan ini lebih banyak disusun oleh perusahaan berskala besar atau perusahaan multinasional. Kini, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun Sustainability Report sebagai bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang baik sekaligus sarana membangun kepercayaan para pemangku kepentingan.
Lalu, apa sebenarnya Sustainability Report, dan mengapa keberadaannya semakin penting?
Memahami Sustainability Report
Sustainability Report adalah laporan yang menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang timbul dari kegiatan usahanya. Laporan ini memuat informasi mengenai kebijakan, strategi, target, capaian, hingga tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (GRI, 2021).
Berbeda dengan laporan keuangan yang berfokus pada kinerja finansial, Sustainability Report memberikan gambaran yang lebih luas mengenai cara perusahaan menciptakan nilai dalam jangka panjang. Informasi yang disampaikan umumnya mencakup penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, pengelolaan air dan limbah, keselamatan dan kesehatan kerja, pengembangan sumber daya manusia, hubungan dengan masyarakat, hingga praktik tata kelola perusahaan (IFRS Foundation, 2023).
Di Indonesia, penyusunan Sustainability Report memiliki landasan regulasi melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Peraturan tersebut mewajibkan pihak tertentu untuk menyusun dan menyampaikan Laporan Keberlanjutan sebagai bentuk akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan (OJK, 2017).
Dalam praktiknya, perusahaan juga banyak mengacu pada standar internasional seperti GRI Standards karena menyediakan kerangka pelaporan yang komprehensif dan telah digunakan secara luas di berbagai negara. Selain itu, berkembang pula IFRS Sustainability Disclosure Standards yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) sebagai acuan pelaporan informasi keberlanjutan yang berorientasi pada kebutuhan investor (GRI, 2021; IFRS Foundation, 2023).
Mengapa Sustainability Report Semakin Penting?
Perkembangan praktik bisnis menunjukkan bahwa kinerja perusahaan kini dinilai dari berbagai aspek, termasuk kemampuan mengelola risiko keberlanjutan. Investor, regulator, pelanggan, hingga masyarakat membutuhkan informasi yang lebih lengkap mengenai dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola (OECD, 2024).
Bagi investor, Sustainability Report menjadi salah satu sumber informasi untuk menilai risiko dan prospek perusahaan dalam jangka panjang. Isu seperti perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya, praktik ketenagakerjaan, maupun tata kelola perusahaan dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan investasi (IFRS Foundation, 2023).
Di sisi regulator, tuntutan terhadap transparansi ESG juga terus meningkat. Berbagai yurisdiksi mulai memperkuat kewajiban pengungkapan informasi keberlanjutan agar investor memperoleh informasi yang relevan, andal, dan dapat dibandingkan antarperusahaan (IFRS Foundation, 2023).
Sementara itu, pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat semakin memperhatikan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Sustainability Report memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjelaskan kebijakan, target, serta capaian keberlanjutan secara transparan sehingga mampu memperkuat reputasi dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan (GRI, 2021).
Manfaat Laporan Keberlanjutan bagi Perusahaan
Penyusunan Sustainability Report memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar memenuhi ketentuan regulasi. Proses penyusunannya mendorong perusahaan untuk mengidentifikasi isu-isu material, mengukur kinerja keberlanjutan, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diterapkan (GRI, 2021).
Laporan keberlanjutan juga membantu manajemen mengambil keputusan berdasarkan data yang terukur. Indikator keberlanjutan yang dipantau secara berkala dapat digunakan untuk menetapkan target, mengelola risiko, dan menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan usaha (IFRS Foundation, 2023).
Dari sisi hubungan dengan pemangku kepentingan, Sustainability Report berfungsi sebagai media komunikasi yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas. Informasi yang disampaikan secara terbuka dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, lembaga pembiayaan, pelanggan, maupun regulator (OJK, 2017).
Ke depan, peran Sustainability Report diperkirakan akan semakin strategis seiring berkembangnya regulasi ESG dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan yang telah memiliki sistem pelaporan yang baik akan lebih siap menghadapi perubahan regulasi, memenuhi kebutuhan informasi investor, serta membangun kepercayaan jangka panjang dari para pemangku kepentingan.
Sustainability Report merupakan laporan yang menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari aktivitas usahanya. Laporan ini telah berkembang menjadi instrumen penting dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ESG, Sustainability Report menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan sekaligus memperkuat hubungan dengan investor, regulator, pelanggan, dan masyarakat. Penyusunan laporan yang mengikuti standar pelaporan yang diakui serta didukung data yang andal akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam menciptakan kepercayaan dan daya saing jangka panjang.










