Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 9 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Merancang Strategi Green Jobs di Indonesia

Pratama Indomitra KonsultanbyPratama Indomitra Konsultan
8 Oktober 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
126 8
A A
0
strategi green jobs atau tenaga kerja hijau di Indonesia
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mengapa Strategi Green Jobs Mendesak?

Indonesia menghadapi tantangan ganda: di satu sisi, ekonomi nasional masih bergantung pada sumber daya alam yang rentan terhadap dampak perubahan iklim; di sisi lain, agenda dekarbonisasi dan transisi energi menuntut perubahan besar dalam struktur ketenagakerjaan. Jika transisi ini tidak diantisipasi sejak awal, risiko sosial-ekonomi akan muncul: meningkatnya pengangguran di sektor-sektor lama, ketidaksiapan pekerja untuk mengisi lapangan kerja baru, hingga meluasnya kesenjangan keterampilan.

Oleh karena itu, green jobs tidak bisa dipandang sebagai wacana normatif belaka, melainkan harus diletakkan sebagai pilar strategi pembangunan.

Sektor Mana yang Harus Jadi Fokus?

Berdasarkan strategi NDC (Nationally Determined Contributions) dan target Net Zero Emission (NZE) 2060, ada dua sektor yang menjadi prioritas transisi hijau: energi serta kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU). Namun, dampaknya akan meluas ke hampir semua sektor ekonomi.

  • Energi dan manufaktur: kebutuhan akan tenaga ahli energi terbarukan, teknisi kendaraan listrik, dan pekerja rantai pasok energi bersih akan terus tumbuh.

  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan: sektor ini bukan hanya terdampak perubahan iklim, tetapi juga menyimpan potensi penciptaan green jobs dalam bentuk praktik pertanian rendah karbon, pengelolaan hutan berkelanjutan, hingga konservasi sumber daya laut.

  • Sektor jasa: mulai dari konsultansi lingkungan, riset teknologi bersih, hingga keuangan hijau, jasa akan menjadi sektor yang memperkuat ekosistem green jobs di masa depan.

Dengan kata lain, strategi green jobs di Indonesia tidak bisa sektoral semata, melainkan lintas sektor dengan fokus pada rantai pasok industri yang terdampak transisi energi dan kebijakan iklim.

Menyiapkan Tenaga Kerja untuk Transisi Hijau

Kebutuhan tenaga kerja hijau bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas. Di tingkat teknis, pekerja dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan lapangan seperti instalasi panel surya, pemeliharaan turbin angin, atau pengelolaan limbah daur ulang. Di tingkat profesional, dibutuhkan keahlian lebih strategis: perencana kota berkelanjutan, insinyur energi terbarukan, hingga analis ESG yang memastikan praktik perusahaan selaras dengan prinsip tata kelola keberlanjutan.

Selain keterampilan teknis, ada pula kebutuhan soft skills seperti literasi lingkungan, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru, dan kolaborasi lintas disiplin. Kombinasi ini akan menentukan apakah Indonesia mampu mengisi pasar kerja hijau dengan SDM lokal, atau justru bergantung pada tenaga kerja asing.

Implikasi bagi Tata Kelola Perusahaan

Bagi dunia usaha, agenda green jobs tidak bisa dilepaskan dari praktik Good Corporate Governance (GCG). Mengabaikan isu ini akan menimbulkan risiko tata kelola yang serius: mulai dari kegagalan memenuhi standar ESG global, kehilangan akses pendanaan hijau, hingga reputasi yang buruk di mata investor internasional.

Sebaliknya, perusahaan yang proaktif menyiapkan strategi tenaga kerja hijau akan memperoleh keunggulan kompetitif. Mereka tidak hanya selaras dengan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Dalam kerangka teori stakeholder (Freeman, 1984), kesiapan menghadapi transisi hijau menunjukkan bahwa perusahaan tidak sekadar mencari keuntungan, melainkan juga memperhatikan kepentingan pekerja, komunitas, dan lingkungan sebagai pemangku kepentingan utama.


Baca juga: “Pentingkah Green Jobs bagi Perusahaan?”


Jalan ke Depan

ILO memperingatkan bahwa tanpa definisi operasional green jobs yang jelas, Indonesia berisiko menghadapi kesulitan dalam menetapkan target, mengukur capaian, dan menyelaraskan kebijakan antar-sektor. Karena itu, langkah pertama yang mendesak adalah merumuskan definisi yang seragam, yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, perusahaan, maupun lembaga pendidikan.

Dengan strategi yang tepat, green jobs bukan hanya akan membantu Indonesia memenuhi target iklim, tetapi juga menciptakan pekerjaan yang lebih layak, inklusif, dan berdaya saing global.


Penulis: Umar Hanif Al Faruqy

author avatar
Pratama Indomitra Konsultan
See Full Bio
Share61Tweet38Send
Previous Post

Menanti Likuiditas dari Keran Himbara

Next Post

Mekanisme Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Indomitra Konsultan

Related Posts

Permenkum 49/2025
Analisis

Memahami Kewajiban Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

9 Juli 2026
Sustainable Procurement
Analisis

Sustainable Procurement, Strategi Baru Memenangkan Tender B2B

9 Juli 2026
Olahraga Lari
Analisis

Strava Jadi Pemungut PPN PMSE, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

9 Juli 2026
Sustainability Report
Analisis

Mengurai Peran Materialitas dalam Sustainability Report

8 Juli 2026
Pengawasan Pajak
Analisis

Permenkum 49/2025 dan Penguatan Basis Data Pajak

8 Juli 2026
Shortfall
Analisis

Mengurai Ancaman Shortfall di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

8 Juli 2026
Next Post
Mekanisme Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Mekanisme Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Tips memilih font untuk desain annual report

Cara Memilih Font untuk Annual Report

Ilustrasi CTAS

CTAS dan Dinamika Kepatuhan Pajak

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1564 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Jasa Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.