Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Minggu, 12 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
    • ENGLISH
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
    • ENGLISH
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

Alifia QhoiriyahbyAlifia Qhoiriyah
A A
894
SHARES
11.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PERTANYAAN

Halo Pratama Indomitra. Izin bertanya, Apakah pembelian domain website terutang PPh?

  • Euis Y.
Picture of Alifia Qhoiriyah

Alifia Qhoiriyah

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
PERNYATAAN PENYANGKALAN
Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.
Baca Disclaimer
DISCLAIMER

Ringkasan Jawaban

Merujuk pada pasal 23 UU Pajak Penghasilan, penghasilan dari transaksi pembelian domain website tidak tercantum sebagai objek penghasilan yang terutang pajak penghasilan. Jasa terkait pembelian domain website tidak disebutkan dalam jasa yang diatur dalam pasal 23 UU PPh,namun termasuk ke dalam jenis jasa lain yang diatur di PMK-141/2015).

Merujuk pada PMK-141/2015 tidak disebutkan pengenaan PPh Pasal 23 terkait dengan domain. Hal ini dikarenakan pembelian domain bukan termasuk pembelian jasa. Pembelian domain hanya dianggap pembelian nama atau alamat website, bukan pengelolaan website sehingga tidak termasuk dalam penyerahan jasa. Domain dianggap sebagai barang kena pajak tidak berwujud sehingga tidak termasuk pada penyerahan jasa yang dikenakan PPh pasal 23. Dengan demikian, atas pembelian domain tidak terutang PPh Pasal 23.

Pembahasan Lengkap

Terima kasih Bapak Euis atas pertanyaannya. Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara domain dan website karena hal ini akan berpengaruh pada pengenaan PPh Pasal 23. Hosting merupakan media yang digunakan untuk menyimpan data atau informasi yang nantinya dikemas dalam bentuk website. Sementara, alamat dari suatu website disebut sebagai domain. Domain merupakan nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasi alamat server website pada jaringan internet. Domain digunakan untuk mempermudah penyebutan data atau informasi pada sebuah website, contohnya seperti “pratamaindomitra.co.id”. Ibaratnya jika domain adalah sebuah alamat maka website adalah rumahnya. Dengan demikian domain berbeda dengan website dan perlakuan pajak atas keduanya juga berbeda.

Perlakukan PPh Pasal 23 atas domain dan website pun berbeda. Jasa terkait domain atau website memang tidak disebutkan dalam Pasal 23 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan s.t.d.t.d. UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (“UU PPh”), namun termasuk ke dalam jenis jasa lain yang diatur di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2015 (PMK-141/2015). Dalam Pasal 1 ayat (6) huruf v PMK-141/2015, disebutkan bahwa jasa lain yang dikenakan PPh Pasal 23 diantaranya adalah jasa yang berkaitan dengan pembuatan atau pengelolaan website.

“Jenis jasa lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

v. Jasa pembuatan dan/atau pengelolaan website;”

 (Pasal 1 ayat (6) huruf v PMK-141/2015)

Dalam PMK-141/2015 tidak disebutkan pengenaan PPh Pasal 23 terkait dengan domain. Hal ini dikarenakan pembelian domain bukan termasuk pembelian jasa. Pembelian domain hanya dianggap pembelian nama atau alamat website, bukan pengelolaan website sehingga tidak termasuk dalam penyerahan jasa. Domain dianggap sebagai barang kena pajak tidak berwujud sehingga tidak termasuk pada penyerahan jasa yang dikenakan PPh pasal 23. Dengan demikian, atas pembelian domain tidak terutang PPh Pasal 23.

author avatar
Alifia Qhoiriyah
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: DomainPPh Pasal 23Website
894
SHARES
11.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DISCLAIMER

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi pratamainstitute.com bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Previous Post

Jebakan Batman “Tax Amnesty Jilid 2”

Next Post

Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

Related Posts

Piutang tak tertagih
Konsultasi

Perlakuan Akuntansi dan Pajak atas Piutang Tak Tertagih

5 bulan ago
Impairment Asset
Konsultasi

Perlakuan Pajak Penghasilan atas Impairment Aset

6 bulan ago
Kredit Pajak Masukan
Konsultasi

Bagaimana pengkreditan pajak masukan bagi perusahaan yang sudah tidak beroperasi?

6 bulan ago
Analisa Laporan Keuangan
Konsultasi

Bagaimana Menganalisis Laporan Keuangan untuk Mengantisipasi Kinerja di Masa Depan?

6 bulan ago
PPh Pasal 15
Konsultasi

Apakah Perusahaan Non-Pelayaran yang Memberikan Jasa Angkutan Laut Dikenai PPh Pasal 15?

6 bulan ago
Pajak Tambang
Konsultasi

Bagaimana Aspek Pajak atas Perusahaan Sektor Pertambangan

7 bulan ago

BACA JUGA

Laporan Tahunan

Risiko Jika Perusahaan Telat Menyampaikan Laporan Tahunan

10 Juli 2026
Cartoon businessman in a suit sitting on a large bomb labeled TAX, reading a document as a stack of paper leans nearby.

Panduan Lengkap PPh Pasal 21 bagi Pemotong Pajak

10 Juli 2026

Mengenal Pemutihan Pajak Kendaraan dan Manfaatnya

Memahami Kewajiban Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

Sustainable Procurement, Strategi Baru Memenangkan Tender B2B

Strava Jadi Pemungut PPN PMSE, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Mengurai Peran Materialitas dalam Sustainability Report

Permenkum 49/2025 dan Penguatan Basis Data Pajak

Mengurai Ancaman Shortfall di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Penghasilan Apa Saja yang Dipotong PPh Pasal 21 ?

Lipstick Effect di Tengah Ekonomi yang Lesu

Pajak JHT Ramai Dibicarakan, Begini Mekanismenya

Denda Terlambat Lapor SPT Masa PPN, Berapa Besarnya?

Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 untuk Freelancer

Please login to join discussion
Picture of Alifia Qhoiriyah

Alifia Qhoiriyah

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Next Post
Permohonan SKB PPh 23 Saat Status SPT Kurang Bayar, Bisakah?

Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Jasa Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.

  • Pernyataan Penyangkalan / Disclaimer

Seluruh data dan informasi yang disediakan di dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pendidikan saja. Dengan demikian, data dan informasi yang disediakan tidak dapat dianggap sebagai suatu nasihat dari konsultan pajak.

Pada dasarnya Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia dan hubungan klien – konsultan pajak tidak terjadi. Untuk suatu nasihat yang dapat diterapkan pada kasus yang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang konsultan pajak yang kompeten.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan dalam Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id.

Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id berhak sepenuhnya mengubah judul dan/atau isi pertanyaan tanpa mengubah substansi dari hal-hal yang ditanyakan.

Artikel jawaban tertentu dari Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id mungkin sudah tidak sesuai/tidak relevan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

Kami sarankan Anda untuk mengecek kembali dasar hukum yang digunakan di dalam artikel jawaban Konsultasi tri.pratamaindomitra.co.id untuk memastikan peraturan perundang-undangan yang digunakan masih berlaku.