Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Mengenal PAPI dan ISSA 5000: Babak Baru Sustainability Assurance di Indonesia

Maytama Rizki CantikaIntan PratiwibyMaytama Rizki CantikaandIntan Pratiwi
24 Agustus 2026
in Artikel, ESG
Reading Time: 5 mins read
132 2
A A
0
Hands over a tablet with floating CO2 analytics: charts and icons about emissions and sustainability.
154
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jika auditor memeriksa laporan keuangan melalui proses audit, bagaimana memastikan keandalan informasi dalam Sustainability Report? Pertanyaan ini semakin relevan seiring berkembangnya pelaporan keberlanjutan, termasuk dengan hadirnya ISSA 5000 sebagai standar internasional untuk assurance atas informasi keberlanjutan.

Informasi dalam Sustainability Report kini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan sosial atau lingkungan. Cakupannya semakin luas, mulai dari emisi, penggunaan energi, risiko iklim, target keberlanjutan, tata kelola, hingga strategi perusahaan dalam menghadapi berbagai isu keberlanjutan. Semakin luas informasi yang perusahaan sampaikan, semakin penting pula memastikan keandalannya.

Di sinilah sustainability assurance memiliki peran. Secara sederhana, auditor melakukan audit atas laporan keuangan, sedangkan pihak independen yang memiliki kompetensi dapat melakukan assurance atas informasi keberlanjutan. Profesional yang menjalankan penugasan tersebut adalah assurer. Setelah menyelesaikan proses assurance, assurer dapat menerbitkan Independent Assurance Statement yang memberikan informasi kepada pengguna laporan mengenai ruang lingkup, proses, dan kesimpulan dari penugasan tersebut.

Di Indonesia, perhatian terhadap assurance atas informasi keberlanjutan sebenarnya sudah terlihat dalam POJK Nomor 51/POJK.03/2017. Dalam ketentuan mengenai Laporan Keberlanjutan, POJK tersebut mencantumkan “verifikasi tertulis dari pihak independen, jika ada” sebagai salah satu informasi dalam laporan.

Artinya, praktik assurance atas Sustainability Report bukan sesuatu yang sepenuhnya baru di Indonesia. Namun, perkembangan sustainability assurance kini memasuki babak yang semakin menarik. Kini hadir standar internasional yang secara khusus mengatur assurance atas informasi keberlanjutan. Pada saat yang sama, ekosistem profesional assurer di Indonesia juga mulai berkembang.

AA1000AS dalam Praktik Sustainability Assurance

Salah satu standar yang telah dikenal dalam praktik sustainability assurance adalah AA1000 Assurance Standard (AA1000AS). Standar ini memiliki pendekatan yang memperhatikan prinsip seperti inclusivity, materiality, responsiveness, dan impact.

Penggunaan AA1000AS dapat ditemukan dalam praktik sustainability assurance perusahaan di Indonesia. Salah satu contohnya dapat dilihat pada Sustainability Report 2025 PT TIMAH (Persero) Tbk. Pada halaman 299 terdapat Independent Assurance Statement dengan Statement No. 507/TRID-A04/4/2026. Contoh tersebut menunjukkan bahwa perusahaan di Indonesia telah menggunakan pihak independen untuk memberikan assurance atas informasi dalam Sustainability Report. Pada saat yang sama, contoh tersebut memperlihatkan penggunaan AA1000 dalam praktik sustainability assurance.

Namun, perkembangan standar assurance tidak berhenti di sana. Kini hadir International Standard on Sustainability Assurance (ISSA) 5000, standar internasional yang secara khusus dirancang untuk penugasan assurance atas informasi keberlanjutan.

ISSA 5000: Perkembangan Baru dalam Sustainability Assurance

ISSA 5000 dikembangkan oleh International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB) untuk memberikan persyaratan umum dalam pelaksanaan sustainability assurance engagements. Standar ini dapat digunakan untuk berbagai topik keberlanjutan dan berbagai kerangka pelaporan serta dapat diterapkan untuk limited assurance maupun reasonable assurance.

ISSA 5000 sebagai standar sustainability assurance
Source IAASB 2024

Kehadiran ISSA 5000 menjadi perkembangan penting karena dunia kini memiliki standar internasional yang secara khusus berfokus pada assurance atas informasi keberlanjutan. Namun, hadirnya ISSA 5000 tidak perlu dipahami sebagai standar baru yang serta-merta menggantikan AA1000AS.

AA1000AS memiliki perjalanan dan pendekatan tersendiri dalam praktik sustainability assurance. Bahkan, perkembangan panduan AA1000AS menunjukkan bahwa praktisi dapat menggunakan AA1000AS bersama standar assurance lain, seperti ISSA 5000, sesuai dengan kebutuhan penugasan.

Karena itu, ISSA 5000 lebih tepat dilihat sebagai perkembangan baru dalam praktik sustainability assurance, bukan sekadar pengganti standar yang telah digunakan sebelumnya.

ISSA 5000 berlaku untuk penugasan assurance atas informasi keberlanjutan yang dilaporkan untuk periode yang dimulai pada atau setelah 15 Desember 2026, atau pada tanggal tertentu pada atau setelah tanggal tersebut, dengan penerapan lebih awal diperbolehkan.

Lalu, bagaimana perkembangan tersebut di Indonesia?

Ketika Profesi Assurer Mulai Berkembang di Indonesia

Perkembangan sustainability assurance bukan hanya membutuhkan standar. Di balik proses assurance juga terdapat profesional yang memiliki kompetensi untuk menjalankan penugasan tersebut. Jika dalam audit laporan keuangan kita mengenal profesi auditor, dalam konteks sustainability assurance terdapat profesional yang menjalankan penugasan assurance, yaitu assurer.

Di Indonesia, perkembangan profesi tersebut semakin menarik dengan hadirnya Perkumpulan Assurer Profesional Indonesia (PAPI). PAPI merupakan organisasi profesi independen yang dibentuk sebagai wadah bagi profesional yang terlibat dalam penugasan assurance atas laporan keberlanjutan, termasuk informasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Source: Perkumpulan Assurer Profesional Indonesia (PAPI), 2025
Source Perkumpulan Assurer Profesional Indonesia PAPI 2025

Kehadiran PAPI menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Sustainability Report di Indonesia mulai bergerak lebih jauh. Perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana perusahaan menyusun dan mengungkapkan informasi keberlanjutan, tetapi juga pada bagaimana informasi tersebut memperoleh assurance serta bagaimana kompetensi profesional yang menjalankan penugasan tersebut dikembangkan.

PAPI dan ISSA 5000

Yang membuat perkembangan ini semakin menarik adalah standar yang menjadi perhatian PAPI. Organisasi PAPI menyatakan mengadopsi ISSA 5000 sebagai standar dan rujukan utama dalam pelaksanaan assurance atas informasi keberlanjutan. Kondisi ini menarik jika dilihat di tengah praktik sustainability assurance yang selama ini telah mengenal penggunaan standar seperti AA1000AS. Di satu sisi, penggunaan AA1000AS menunjukkan bahwa sustainability assurance bukan praktik yang benar-benar baru di Indonesia. Di sisi lain, hadirnya ISSA 5000 membawa perkembangan baru berupa standar internasional yang secara khusus dirancang untuk assurance atas informasi keberlanjutan.

Dalam perkembangan tersebut, kehadiran PAPI turut memperkuat ekosistem sustainability assurance di Indonesia melalui pembentukan wadah profesional bagi para assurer serta pengembangan kompetensi dalam pelaksanaan assurance atas informasi keberlanjutan. Namun, penting untuk membedakan adopsi ISSA 5000 oleh organisasi profesi dengan status adopsinya pada tingkat yurisdiksi.

Berdasarkan informasi IAASB yang diperbarui pada Mei 2026, Indonesia masih berada dalam kategori Adoption Under Consideration untuk ISSA 5000. Artinya, perkembangan PAPI dan penggunaan ISSA 5000 lebih tepat dilihat sebagai bagian dari proses berkembangnya ekosistem sustainability assurance di Indonesia, bukan sebagai tanda bahwa ISSA 5000 telah menjadi standar yang secara nasional menggantikan seluruh standar assurance yang digunakan sebelumnya.

Babak Baru Sustainability Assurance di Indonesia

Selama ini, pembahasan mengenai Sustainability Report mungkin lebih banyak berfokus pada bagaimana perusahaan menyusun dan mengungkapkan informasi keberlanjutan. Namun, seiring meningkatnya penggunaan informasi tersebut oleh investor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya, pertanyaan mengenai kredibilitas dan keandalannya menjadi semakin penting. Sustainability assurance hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Praktik assurance oleh pihak independen sebenarnya telah berjalan di Indonesia, sebagaimana dapat dilihat dari penggunaan AA1000AS dalam Sustainability Report perusahaan. Kini, hadirnya ISSA 5000 membawa perkembangan baru melalui standar internasional yang secara khusus dirancang untuk assurance atas informasi keberlanjutan.

Pada saat yang sama, hadirnya PAPI sebagai wadah profesional assurer menunjukkan perkembangan lain yang tidak kalah penting. Mulai terbentuknya ekosistem profesi yang secara khusus memberikan perhatian terhadap kualitas, kompetensi, dan praktik sustainability assurance di Indonesia. Dengan demikian, perkembangan ini bukan hanya tentang hadirnya standar baru. Hal ini juga tentang perkembangan sebuah ekosistem.

Mulai dari meningkatnya kebutuhan terhadap informasi keberlanjutan yang dapat dipercaya, berkembangnya standar assurance, hingga hadirnya wadah profesional bagi assurer. ISSA 5000 membawa babak baru dalam sustainability assurance. Sementara itu, perkembangan profesi assurer melalui PAPI menjadi bagian penting dari perjalanan sustainability assurance di Indonesia.

Ke depan, pertanyaannya mungkin bukan lagi hanya “apakah perusahaan sudah menerbitkan Sustainability Report?”, tetapi juga “seberapa dapat dipercaya informasi yang ada di dalamnya, dan bagaimana informasi tersebut telah diberikan assurance?”

 

Penulis: Maytama Rizki Cantika (Magang di Divisi Pratama Institute)

Editor: Intan Pratiwi

author avatar
Maytama Rizki Cantika
See Full Bio
Tags: AA1000ASAssuranceAssurerIAASBIFRS S1IFRS S2ISSA 5000ISSBKeberlanjutanLaporan KeberlanjutanPAPISustainabilitySustainability AssuranceSustainability Report
Share62Tweet39Send
Previous Post

Menakar Strategi Lintas Industri Menuju Net Zero

Next Post

Krisis GCG di Balik Kabut Asap Kalimantan 2026

Maytama Rizki Cantika

Maytama Rizki Cantika

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
PPh 23
Analisis

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

28 Agustus 2026
Ilustrasi membayar pajak
Analisis

Penghasilan dari Luar Negeri Apakah Dikenakan Pajak?

27 Agustus 2026
Pengawasan
Analisis

Pengawasan Wajib Pajak Belum Terdaftar dalam SE-8/PJ/2026

27 Agustus 2026
Next Post
Asap

Krisis GCG di Balik Kabut Asap Kalimantan 2026

Two professionals review ESG reports and charts spread across a conference table, one writing with a pen while the other holds a tablet/light device nearby.

Standar Pengungkapan Keberlanjutan Menuju Implementasi 2027

Ilustrasi penerimaan uang pesangon

Apakah Uang Pesangon Dipotong Pajak?

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.