Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Senin, 31 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

IFRS S2 Standar Global Pengungkapan Terkait Iklim

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
21 Januari 2026
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
136 10
A A
0
167
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan iklim telah menjadi faktor material yang memengaruhi kinerja, posisi keuangan, dan prospek jangka panjang perusahaan. Menyadari kebutuhan investor akan informasi yang konsisten dan dapat dibandingkan secara global, International Sustainability Standards Board (ISSB) menerbitkan IFRS S2 sebagai standar pengungkapan khusus terkait iklim. Standar ini mengintegrasikan rekomendasi Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) ke dalam kerangka IFRS Sustainability Disclosure Standards, sehingga isu iklim tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian integral dari informasi korporasi yang relevan bagi pengambilan keputusan.

Source IFRS Foundation 2023

IFRS S2 dirancang untuk digunakan bersama dengan IFRS S1. Keduanya membentuk satu kesatuan standar yang saling melengkapi, di mana IFRS S1 menyediakan fondasi konseptual dan prinsip umum pelaporan keberlanjutan, sementara IFRS S2 memberikan persyaratan pengungkapan yang lebih spesifik terkait risiko dan peluang perubahan iklim. Pendekatan ini memastikan bahwa informasi iklim disajikan secara terhubung dengan strategi perusahaan, model bisnis, dan kinerja keuangan.

IFRS S1 sebagai Dasar Konseptual IFRS S2

Penerapan IFRS S2 tidak dapat dilepaskan dari IFRS S1. IFRS S1 menetapkan konsep-konsep kunci yang menjadi dasar pelaporan keberlanjutan, termasuk pemahaman tentang informasi yang terhubung, cakupan rantai nilai, serta identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan yang material. Standar ini juga memberikan panduan penting mengenai penilaian materialitas, yaitu bagaimana perusahaan menentukan informasi keberlanjutan apa yang berpotensi memengaruhi keputusan investor.

Selain itu, IFRS S1 menetapkan karakteristik kualitatif informasi yang harus disajikan, seperti relevansi dan penyajian yang jujur. Informasi keberlanjutan, termasuk informasi iklim, tidak hanya harus lengkap, tetapi juga andal dan dapat dipercaya. IFRS S1 juga mengatur aspek teknis pelaporan, mulai dari penentuan entitas pelapor, waktu dan lokasi pelaporan, hingga keterbandingan dan keterhubungan dengan laporan keuangan. Ketentuan mengenai perubahan estimasi, koreksi kesalahan, pengungkapan asumsi dan pertimbangan signifikan, serta interaksi dengan hukum dan peraturan menjadi landasan penting agar pelaporan iklim tidak terlepas dari kerangka tata kelola dan akuntabilitas perusahaan.

Dengan fondasi ini, IFRS S2 memastikan bahwa pengungkapan iklim tidak disajikan secara terpisah atau naratif semata, tetapi terintegrasi secara sistematis dalam pelaporan korporasi yang ditujukan bagi investor.

Informasi Iklim yang Relevan bagi Investor

Tujuan utama IFRS S2 adalah menyediakan informasi material terkait iklim yang memungkinkan investor menilai dampaknya terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Risiko iklim yang diungkapkan mencakup risiko fisik, seperti peningkatan frekuensi cuaca ekstrem atau perubahan pola iklim, serta risiko transisi yang timbul dari perubahan kebijakan, regulasi, teknologi, dan preferensi pasar dalam peralihan menuju ekonomi rendah karbon. Di sisi lain, IFRS S2 juga menekankan pentingnya pengungkapan peluang terkait iklim yang dapat dimanfaatkan perusahaan, misalnya melalui inovasi produk, efisiensi energi, atau model bisnis baru.

Melalui pengungkapan ini, investor dapat memahami bagaimana perusahaan merespons risiko dan peluang iklim, termasuk strategi dan rencana transisi yang disiapkan manajemen. Informasi tersebut membantu investor mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan perencanaan strategis, model bisnis, dan operasionalnya terhadap ketidakpastian iklim. Selain itu, IFRS S2 menekankan pentingnya pemahaman risiko dan peluang iklim di sepanjang rantai nilai, sehingga dampak tidak langsung yang bersumber dari pemasok, pelanggan, atau aktivitas pembiayaan juga dapat dinilai secara lebih komprehensif.

Strategi Iklim, Ketahanan, dan Emisi Gas Rumah Kaca

Salah satu elemen utama dalam IFRS S2 adalah pengungkapan strategi perusahaan terkait iklim. Perusahaan diharapkan menjelaskan bagaimana pertimbangan iklim memengaruhi pengambilan keputusan strategis, serta dampak keuangan yang telah terjadi maupun yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. Di dalamnya termasuk penilaian ketahanan iklim, yaitu sejauh mana strategi dan model bisnis perusahaan mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan, perkembangan, dan ketidakpastian terkait iklim.

Untuk mendukung penilaian ketahanan tersebut, IFRS S2 mensyaratkan penggunaan analisis skenario iklim. Perusahaan perlu menggunakan metode analisis skenario yang sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya, dengan memanfaatkan seluruh informasi yang wajar dan dapat didukung pada tanggal pelaporan tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Panduan penerapan analisis skenario ini dibangun berdasarkan materi TCFD dan bertujuan untuk mendorong perusahaan berpikir secara prospektif terhadap berbagai kemungkinan jalur transisi dan dampak iklim.

Selain aspek strategis, IFRS S2 juga memberikan perhatian besar pada pengungkapan emisi gas rumah kaca. Perusahaan wajib mengungkapkan emisi Greenhouse Gases (GHG) bruto absolut Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sesuai dengan GHG Protocol Corporate Standard. Pengungkapan ini mencakup penjelasan mengenai metode pengukuran, asumsi, dan teknik estimasi yang digunakan, termasuk alasan atas setiap perubahan signifikan. Bagi perusahaan di sektor jasa keuangan, seperti manajemen aset, perbankan, dan asuransi, pengungkapan emisi yang dibiayai menjadi kewajiban penting, mencerminkan peran strategis sektor keuangan dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Melalui IFRS S2, pengungkapan iklim diarahkan untuk menjadi lebih disiplin, berbasis standar global, dan benar-benar relevan bagi investor. Standar ini menandai pergeseran penting dari pelaporan keberlanjutan yang bersifat naratif menuju pengungkapan yang terintegrasi, terukur, dan mendukung pengambilan keputusan jangka panjang di tengah tantangan perubahan iklim.

author avatar
Intan Pratiwi
See Full Bio
Tags: IFRS S1IFRS S1 S2IFRS S2IFRS SustainabilityLaporan KeberlanjutanPelaporan keberlanjutanStandar Pengungkapan KeberlanjutanSustainability ReportSustainability Reporting
Share67Tweet42Send
Previous Post

Kelas Menengah Indonesia di Bawah Tekanan

Next Post

Jangan Sampai Berbeda Angka: Pentingnya Konsistensi Informasi dalam Laporan Tahunan

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
PPh 23
Analisis

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

28 Agustus 2026
Ilustrasi membayar pajak
Analisis

Penghasilan dari Luar Negeri Apakah Dikenakan Pajak?

27 Agustus 2026
Pengawasan
Analisis

Pengawasan Wajib Pajak Belum Terdaftar dalam SE-8/PJ/2026

27 Agustus 2026
Next Post
Business professional in a blue suit framing glowing 'DATA CONSISTENCY' text to emphasize the concept of data integrity/consistency.

Jangan Sampai Berbeda Angka: Pentingnya Konsistensi Informasi dalam Laporan Tahunan

Ilustrasi Tax Insentive

Mengukur Ulang Efektivitas Insentif Pajak

Ilustrasi Coretax

Pengawasan Kepatuhan Perpajakan di Era Coretax

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.