Pernahkah menemukan angka pendapatan pada satu halaman Laporan Tahunan (Annual Report), tetapi ketika membuka bagian lain, angka yang ditampilkan justru berbeda?
Perbedaannya mungkin terlihat sederhana. Namun, dalam sebuah Laporan Tahunan, inkonsistensi informasi dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keandalan laporan secara keseluruhan.
Laporan Tahunan memuat ratusan hingga ribuan informasi yang berasal dari berbagai unit kerja. Data yang sama juga dapat muncul beberapa kali pada bagian yang berbeda. Oleh karena itu, menjaga konsistensi informasi menjadi salah satu tantangan penting dalam proses penyusunannya.
Satu Data Bisa Muncul di Banyak Bagian
Data keuangan merupakan contoh paling mudah. Informasi mengenai pendapatan dapat muncul pada Ikhtisar Data Keuangan Penting, Laporan Direksi, Analisis dan Pembahasan Manajemen, grafik kinerja, hingga Laporan Keuangan.
Hal yang sama berlaku untuk informasi nonkeuangan. Jumlah karyawan dapat muncul pada Profil Perusahaan, pembahasan Sumber Daya Manusia, dan bagian keberlanjutan. Informasi mengenai komposisi pemegang saham dapat muncul pada Profil Perusahaan maupun bagian Tata Kelola Perusahaan.
Semakin banyak informasi yang digunakan secara berulang, semakin besar pula risiko terjadinya ketidakkonsistenan apabila tidak terdapat mekanisme pengendalian data yang baik.
Mengapa Perbedaan Bisa Terjadi?
Perbedaan data tidak selalu disebabkan oleh kesalahan perhitungan. Dalam banyak kasus, perbedaan muncul karena sumber data yang digunakan tidak sama.
Sebagai contoh, satu bagian menggunakan data per 31 Desember, sedangkan bagian lain menggunakan rata-rata selama satu tahun. Keduanya mungkin benar, tetapi tanpa penjelasan mengenai basis perhitungan, pembaca dapat menganggap informasi tersebut tidak konsisten.
Perbedaan juga dapat terjadi karena adanya pembaruan data selama proses penyusunan. Ketika angka pada sumber utama berubah, tidak seluruh bagian Laporan Tahunan selalu diperbarui secara bersamaan.
Selain itu, proses desain juga dapat menimbulkan kesalahan baru. Angka yang sebelumnya benar pada naskah dapat berubah akibat kesalahan pengetikan atau pemindahan data ketika dimasukkan ke dalam desain.
Bukan Hanya Angka yang Harus Konsisten
Konsistensi Laporan Tahunan tidak terbatas pada data numerik. Narasi juga harus diperhatikan.
Misalnya, pada satu bagian perusahaan menyatakan bahwa fokus strategis tahun berjalan adalah ekspansi pasar, tetapi pada bagian lain strategi utama justru disebut sebagai efisiensi operasional tanpa adanya penjelasan hubungan antara keduanya.
Kedua strategi tersebut sebenarnya dapat dijalankan secara bersamaan. Namun, apabila tidak dijelaskan dengan baik, pembaca dapat memperoleh gambaran yang berbeda mengenai prioritas perusahaan.
Hal serupa berlaku untuk informasi mengenai risiko, target, struktur organisasi, nomenklatur jabatan, nama unit kerja, hingga istilah yang digunakan dalam laporan. Konsistensi membuat keseluruhan Laporan Tahunan terasa sebagai satu kesatuan, bukan kumpulan informasi dari berbagai unit kerja yang digabungkan menjadi satu dokumen.
Gunakan Satu Sumber Data Utama
Salah satu cara untuk mengurangi risiko ketidakkonsistenan adalah menetapkan satu sumber data utama atau single source of truth untuk setiap informasi penting.
Data keuangan, misalnya, perlu mengacu pada sumber yang telah ditentukan dan diverifikasi. Demikian pula dengan data sumber daya manusia, operasional, tata kelola, dan informasi lainnya.
Apabila terdapat pembaruan, perubahan dilakukan pada sumber utama tersebut dan selanjutnya diterapkan secara konsisten pada seluruh bagian yang menggunakan data yang sama.
Tim penyusun juga dapat membuat daftar data utama yang sering digunakan dalam Laporan Tahunan. Daftar tersebut dapat memuat nama indikator, angka tahun berjalan, angka tahun sebelumnya, satuan, sumber data, tanggal data, serta unit kerja yang bertanggung jawab.
Cara sederhana tersebut dapat sangat membantu ketika Laporan Tahunan telah memasuki tahap pemeriksaan akhir.
Lakukan Pemeriksaan Silang Antarbab
Setelah seluruh bagian selesai disusun, pemeriksaan tidak cukup dilakukan halaman demi halaman. Tim penyusun juga perlu melakukan pemeriksaan secara horizontal atau antarbab.
Jika angka pendapatan muncul pada lima bagian, kelima bagian tersebut perlu dibandingkan. Jika jumlah karyawan disebutkan pada tiga bagian, ketiganya perlu diperiksa secara bersamaan.
Pemeriksaan seperti ini juga perlu diterapkan terhadap narasi. Strategi yang dijelaskan dalam Laporan Direksi, misalnya, perlu selaras dengan pembahasan strategi pada Analisis dan Pembahasan Manajemen serta informasi mengenai prospek usaha.
Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya mencari kesalahan pengetikan, tetapi juga memastikan adanya kesinambungan informasi di seluruh Laporan Tahunan.
Konsistensi Membangun Kepercayaan
Laporan Tahunan merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan pemangku kepentingan untuk memahami kondisi perusahaan. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan harus memberikan keyakinan bahwa perusahaan memiliki proses pengelolaan data yang baik.
Inkonsistensi kecil mungkin tidak selalu mengubah gambaran besar mengenai kinerja perusahaan. Namun, apabila ditemukan berulang kali, hal tersebut dapat mengurangi kredibilitas laporan dan menimbulkan pertanyaan terhadap informasi lainnya.
Sebaliknya, informasi yang konsisten, dapat ditelusuri, dan didukung sumber yang jelas akan meningkatkan kualitas Laporan Tahunan sekaligus mempermudah pembaca dalam memahami perusahaan.
Pada akhirnya, Laporan Tahunan yang baik tidak hanya dinilai dari banyaknya informasi yang disajikan atau menariknya desain yang digunakan. Ketelitian dalam menjaga konsistensi informasi dari halaman pertama hingga halaman terakhir merupakan bagian penting dari kualitas sebuah laporan.
Karena itu, sebelum menekan tombol “cetak” atau mengunggah Laporan Tahunan ke situs web perusahaan, pastikan satu hal sederhana tetapi sangat penting: apakah setiap angka dan informasi yang sama sudah berbicara dengan bahasa yang sama di seluruh bagian laporan?










