Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Senin, 31 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Apa Saja Objek Pemotongan PPh Pasal 21 ?

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
4 Juli 2024
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
130 8
A A
0
158
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 mencakup berbagai jenis penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak sebagai imbalan atas pekerjaan yang diberikan oleh pemberi kerja.

Jenis penghasilan ini tidak hanya dalam bentuk tunai, tetapi juga mencakup penghasilan non-tunai. Jika Wajib Pajak menerima penghasilan non-tunai, penghasilan tersebut termasuk imbalan berupa barang (natura) dan fasilitas atau jasa (kenikmatan). Apa saja jenis penghasilan yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 21?

Objek pemotongan Penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 dan/atau 26 diatur lebih lanjut pada Pasal 5 PMK No. 168 Tahun 2023 tentang petunjuk pelaksanaan pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau, kegiatan orang pribadi.

Penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan, terdiri atas:

  1. penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai Tetap, baik yang bersifat teratur maupun tidak teratur. Pada umumnya, pegawai tetap memperoleh gaji, bonus, THR, imbalan sehubungan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemberi kerja, pembayaran asuransi, dan imbalan lainya.
  2. penghasilan yang diterima atau diperoleh Pensiunan secara teratur berupa uang pensiun atau penghasilan sejenisnya;
  3. imbalan kepada anggota dewan komisaris atau anggota dewan pengawas yang diterima atau
    diperoleh secara tidak teratur;
  4. penghasilan pegawai tidak tetap termasuk upah harian, mingguan, satuan, borongan dan bulanan
  5. imbalan kepada bukan pegawai sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan bebas atau jasa yang dilakukan termasuk honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenis
  6. imbalan kepada peserta kegiatan berupa uang saku, uang representasi, uang rapat, honor, hadiah/penghargaan, dan imbalan sejenis
  7. uang manfaat pensiun atau penghasilan sejenisnya yang diambil sebagian oleh peserta program pensiun dengan status pegawai
  8. penghasilan atau imbalan yang diterima oleh mantan pegawai. Pada umumnya, mantai pegawai menerima jasa produksi, tantiem, gratifikasi yang diatur dalam UU PPh, bonus dan imbalan lain

Kedelapan kegiatan tersebut merupakan objek pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 yang dapat diberikan dalam nama dan bentuk apapun, termasuk dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan. Lebih lanjut, ketentuan terkait dengan natra dan/atau kenikmatan diatur dalam Peraturan Meteri Keuangan No. 168 Tahun 2023 yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2024.

author avatar
Muhamad Akbar Aditama
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: Natura dan KenikmatanObjek PPh Pasal 21/26PPh Pasal 21/26
Share63Tweet40Send
Previous Post

Peran Pihak Ketiga dalam Pemotongan PPh Pasal 21

Next Post

Pembebasan Pajak bagi Digital Nomads untuk menarik Turis

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
PPh 23
Analisis

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

28 Agustus 2026
Ilustrasi membayar pajak
Analisis

Penghasilan dari Luar Negeri Apakah Dikenakan Pajak?

27 Agustus 2026
Pengawasan
Analisis

Pengawasan Wajib Pajak Belum Terdaftar dalam SE-8/PJ/2026

27 Agustus 2026
Next Post

Pembebasan Pajak bagi Digital Nomads untuk menarik Turis

Enhancing Taxpayer Compliance Through Fiscal Transparency, Participation and Accountability: Insights from Key Figures of Islamic Boarding Schools in Depok City

Begini Pengaturan Pajak Bagi Digital Nomad

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.