Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 16 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Jalan Tengah antara Ketahanan Fiskal dan Keadilan

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
4 Desember 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
124 9
A A
0
Pajak DIgital
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kemnaker, jumlah orang yang terkena PHK tembus 70.244. Jumlah tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

Di tengah gelombang disrupsi digital dan tekanan sosial-ekonomi mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) massal hingga meluasnya ekonomi platform pertanyaan krusial bagi masa depan fiskal Indonesia adalah apakah struktur penerimaan negara yang ada masih relevan, atau sudah saatnya merancang instrumen pajak yang menyesuaikan karakter ekonomi digital. Pemerintah telah mengambil langkah penting, seperti memperluas pemajakan platform digital dan memperkuat infrastruktur administrasi pajak. Namun langkah-langkah tersebut baru merupakan awalan, sementara itu untuk menjamin ketahanan fiskal dan keadilan sosial diperlukan strategi yang lebih terpadu dan berorientasi jangka panjang.

Pemikiran tentang pajak digital tidak boleh sempit hanya pada upaya menutup celah penerimaan dari perusahaan multinasional tanpa keberadaan fisik. Lebih dari itu, pajak digital berpotensi menjadi sumber pembiayaan untuk jaring pengaman sosial yang meredam dampak disrupsi misalnya kompensasi bagi korban PHK, program reskilling, dan dukungan untuk pekerja informal yang terpinggirkan oleh perubahan model produksi. Maka dari itu, desain kebijakan harus menyeimbangkan antara tujuan fiskal dan tujuan redistributif agar pajak menjadi instrumen kebijakan yang progresif.

Untuk mencapai keseimbangan tersebut, ada beberapa prinsip kebijakan yang perlu dijadikan panduan. Pertama, prinsip keadilan teritorial dan kemampuan bayar: perusahaan yang memperoleh nilai ekonomi di Indonesia harus berkontribusi setara, meskipun mereka tidak memiliki keberadaan fisik tradisional. Sementara itu, UMKM yang memanfaatkan platform harus dilindungi dari beban yang tidak proporsional. Kedua, keterpaduan data dan administrasi: integrasi data antara otoritas pajak, otoritas keuangan, dan platform digital penting untuk mengidentifikasi basis pajak, meningkatkan kepatuhan, dan menutup praktik penghindaran.

Ketiga, fleksibilitas instrumen: selain PPN dan PPh, perlu dipertimbangkan instrumen baru seperti Digital Services Tax (DST) bertarget, pajak transaksi elektronik, atau kebijakan tarif minimal guna menghindari perlombaan tarif rendah. Keempat, keterikatan sosial dan transparansi. Alokasi penerimaan digital untuk program sosial harus jelas, diawasi, dan transparan agar publik percaya bahwa pungutan tersebut memberi manfaat nyata.

Langkah Konkret Penerapan Pajak Digital

Sebagai kelanjutan dari prinsip-prinsip itu, ada sejumlah instrumen konkret yang layak dipertimbangkan dan diujicobakan terlebih dahulu. Misalnya, penerapan Digital Services Tax (DST) bertingkat pungutan persentase kecil atas pendapatan platform asing dari pengguna domestik dengan ambang omzet tertentu dapat mengamankan kontribusi perusahaan besar tanpa membebani pelaku kecil. Selain itu, kombinasi pajak karbon dan sebagian penerimaan DST dapat dialokasikan untuk membiayai Minimum Benefit Guarantee (MBG) bagi keluarga miskin yang terdampak transformasi ekonomi. Instrumen lain adalah super-deduction untuk reskilling, insentif fiskal bagi perusahaan yang menginvestasikan dana nyata dalam pelatihan ulang pekerja, sehingga bisnis turut berkontribusi pada kesiapan tenaga kerja. Relevansi lainya  adalah payroll tax progresif berbasis digital sebagai sumber untuk memperkuat program asuransi pengangguran misalnya melalui BPJS Ketenagakerjaan serta perluasan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) lewat layanan publik elektronik berbayar seperti pendaftaran HKI atau layanan sertifikasi halal digital.

Implementasi instrumen-instrumen tersebut menuntut perhatian serius pada tata kelola, proteksi data, serta koordinasi antar-lembaga. Tanpa mekanisme perlindungan privasi dan interoperabilitas data yang jelas, integrasi sistem bisa menimbulkan risiko kebocoran informasi dan konflik tugas antar-institusi. Oleh karena itu perlu dibangun standar proteksi data, mekanisme audit terotomatisasi, dan forum koordinasi yang melibatkan otoritas pajak, kementerian terkait, otoritas keuangan, serta regulator telekomunikasi supaya kebijakan tidak berjalan terpisah-pisah dan beban kepatuhan dapat diminimalkan.

Karena kompleksitas dan potensi dampak ekonomi, pendekatan implementasi sebaiknya bertahap dan berbasis bukti. Pilot project pada sektor tertentu, misalnya marketplace besar atau layanan streaming dapat memberikan data empiris tentang elastisitas pasar, beban kepatuhan, dan efek distribusi. Hasil evaluasi dari pilot kemudian dipakai untuk menyesuaikan tarif, ambang batas, pengecualian, dan mekanisme redistribusi. Pendekatan bertahap juga memberi waktu untuk diplomasi fiskal internasional yang diperlukan agar kebijakan domestik tidak berbenturan dengan aturan internasional atau menimbulkan double taxation.

Tantangan yang perlu diantisipasi meliputi reaksi pelaku usaha asing, hambatan teknis administrasi, dan kemungkinan ketidakharmonisan dengan kerangka internasional. Untuk mengurangi risiko tersebut, mitigasinya dapat berupa negosiasi internasional (implementasi Pilar 1 dan 2 OECD), pengaturan kredit pajak internasional yang jelas, serta investasi pada kapabilitas teknis Direktorat Jenderal Pajak baik dari sisi teknologi maupun SDM.

Kesimpulannya, pajak digital adalah kesempatan strategis untuk merancang sistem fiskal yang lebih adil dan tangguh di era digital. Bukan sekadar menaikkan tarif, inovasi pajak harus meliputi desain instrumen yang sensitif terhadap kapasitas pelaku ekonomi, pengalokasian penerimaan untuk perlindungan sosial, integrasi data yang bertanggung jawab, dan diversifikasi PNBP berbasis teknologi. Dengan desain kebijakan yang hati-hati, pelaksanaan bertahap, dan pengawasan yang transparan, pajak digital dapat berfungsi sebagai instrumen transformasi.

author avatar
Muhamad Akbar Aditama
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: Pajak DigitalPHKPNBP
Share61Tweet38Send
Previous Post

Coretax dan “Ilusi Perbaikan Cepat”

Next Post

Membenahi Pajak Sektor Tambang

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Tall yellow construction cranes loom over partially built high-rise buildings in a cityscape against a partly cloudy sky, modern glass towers nearby.
Analisis

PPh Final atas Penghasilan Jasa Konstruksi

16 Juli 2026
Objek PPh Final
Analisis

Objek Penghasilan yang Dikenai PPh Final

16 Juli 2026
Integrasi NIK-NPWP
Analisis

Membangun Peta Aset Nasional untuk Memperkuat Basis Pajak

16 Juli 2026
Pajak JHT
Analisis

Apa Dampak Usulan Pajak JHT 0% bagi Pekerja?

15 Juli 2026
Jar filled with folded dollar bills labeled 'RETIREMENT' against a blue background, symbolizing retirement savings.
Analisis

Mengapa JHT Dikenai Pajak? Memahami Asas Pemajakannya

15 Juli 2026
Ilustrasi kuasa pajak
Analisis

Peran & Tanggung Jawab Kuasa di Bidang Perpajakan dalam PMK No. 44 Tahun 2026

15 Juli 2026
Next Post
Pajak Tambang

Membenahi Pajak Sektor Tambang

Ilustrasi deforestasi

Rusaknya Ekosistem Merusak Masa Depan Ekonomi

Penggunaan AI dalam Konteks Keberlanjutan

Penggunaan AI dalam Konteks Keberlanjutan

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.