Dalam era bisnis saat ini, tren keberlanjutan (sustainability) telah menjadi faktor utama yang dipertimbangkan dalam menentukan daya saing dan reputasi sebuah perusahaan. Dalam persepektif bisnis dan lingkungan, dunia usaha kini tidak lagi dinilai semata dari seberapa besar keuntungan yang dihasilkan, melainkan juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Tekanan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, investor, hingga konsumen, mendorong perusahaan untuk menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi fondasi penting bagi perusahaan yang ingin tumbuh secara beretika dan tahan terhadap perubahan. Kedua prinsip ini menuntut keseimbangan antara profitabilitas, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan. Dalam konteks ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) menjadi salah satu contoh nyata perusahaan nasional yang berhasil mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis inti.
Melalui berbagai program dan inovasi, BRI menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan strategi jangka panjang yang dapat berdampak langsung bagi masyarakat dan ekonomi nasional. Studi kasus berikut dapat memotivasi kita bagaimana BRI menerapkan ESG dan TJSL secara nyata untuk membangun bisnis yang inklusif, tangguh, dan bernilai tambah bagi semua pihak.
ESG sebagai Fondasi Bisnis Berkelanjutan
Dalam beberapa tahun terakhir, BRI aktif memperkuat penerapan ESG melalui kebijakan pembiayaan hijau dan inovasi sosial. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan BRI 2024, BRI menyalurkan Rp76,2 triliun pembiayaan berkelanjutan, termasuk untuk sektor energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan efisiensi energi. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission yang diharapkan akan terjadi pada 2060.
Di bidang lingkungan, BRI juga menjalankan Gerakan Kelola Sampah (GAS) yang telah mengelola lebih dari 191 ribu kilogram sampah organik dan anorganik. Program lain seperti Taman Kehati dan Jaga Sungai Jaga Kehidupan membantu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam konservasi alam. Melalui pendekatan ini, BRI tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan ekosistem, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa bisnis yang berkelanjutan harus berpijak pada keseimbangan antara profit, people, dan planet.
TJSL dan Tata Kelola yang Transparan
Dari sisi sosial, BRI menjalankan berbagai inisiatif melalui BRI Peduli dan Desa BRILiaN. Sepanjang 2024, dana TJSL yang disalurkan mencapai Rp250,3 miliar, digunakan untuk pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Lebih dari 4.500 desa binaan kini berkembang menjadi komunitas produktif dan sebagian besar naik kelas menjadi Desa Mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa keberlanjutan sosial dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, dalam aspek tata kelola, BRI telah menyusun Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang mengikuti standar Global Reporting Initiative (GRI) dan ketentuan OJK tentang Keuangan Berkelanjutan (POJK 51/2017). Melalui laporan ini, BRI tidak hanya menunjukkan transparansi kinerja keberlanjutan, tetapi juga memberikan bukti terukur mengenai dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan. Pengakuan dari Bloomberg ASEAN ESG Disclosure Scorecard 2024, yang menempatkan BRI di jajaran lima besar perusahaan dengan keterbukaan ESG terbaik di kawasan, menjadi validasi atas konsistensi tersebut.
Konsistensi yang telah dilakukan BRI ini bahkan telah diakui secara internasional. Bloomberg ASEAN ESG Disclosure Scorecard 2024 menempatkan BRI di jajaran lima besar perusahaan dengan keterbukaan ESG terbaik di kawasan, sebuah capaian yang mempertegas posisi BRI sebagai pelopor dalam tata kelola berkelanjutan di sektor keuangan Indonesia.
Refleksi dan Pembelajaran
Praktik BRI menunjukkan bahwa penerapan ESG dan TJSL yang kuat tidak hanya memperkuat reputasi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kepercayaan investor. Penyusunan Sustainability Report (SR) yang sistematis memungkinkan perusahaan mengukur dampak, mengevaluasi risiko, serta merumuskan strategi bisnis yang adaptif terhadap perubahan iklim dan sosial.
Secara lebih luas, keberhasilan BRI menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk melihat ESG bukan sebagai beban, melainkan peluang. Dengan tata kelola yang transparan dan komitmen keberlanjutan yang nyata, perusahaan dapat menciptakan pertumbuhan yang inklusif, beretika, dan tahan terhadap krisis di masa depan.
Melalui langkah-langkah tersebut, BRI membuktikan bahwa bisnis yang bertanggung jawab bukan hanya memberikan manfaat bagi pemegang saham, tetapi juga bagi bangsa dan generasi masa depan.
Informasi Jasa Pratama Institute
Penerapan ESG dilaporkan dalam laporan keberlanjutan perusahaan yang wajib dibuat setiap tahunnya. Jika Anda ingin memastikan laporan keberlanjutan perusahaan Anda disusun secara profesional dan menarik, kami di Pratama Institute hadir untuk membantu Anda. Dengan pengalaman dan keahlian dalam penyusunan laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan yang sesuai dengan standar terbaik, kami menghadirkan dokumen yang informatif sehingga bisa mencerminkan identitas perusahaan Anda. Hubungi kami untuk solusi laporan keberlanjutan yang ciamik!










