Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 9 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Relevansi Kurva Laffer bagi Perpajakan Indonesia

Pratama Indomitra KonsultanbyPratama Indomitra Konsultan
20 Juni 2025
in Analisis, Artikel
Reading Time: 3 mins read
129 8
A A
0
Kurfa Laffer dan relevansinya perpajakan di Indonesia
157
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Art Laffer, ekonom asal Amerika Serikat sekaligus pencetus Kurva Laffer, kembali menjadi bahan diskusi dalam forum ekonomi. Dalam sebuah acara di Jakarta, Laffer menegaskan bahwa sembilan negara bagian di AS yang tidak memungut pajak penghasilan orang pribadi justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi tercepat. Bagi Laffer, tarif pajak yang rendah, merata, dan tidak diskriminatif—yang dikenal sebagai prinsip low rate, broad based flat tax—merupakan kunci mendorong kepatuhan pajak sekaligus pertumbuhan ekonomi.

Namun, sejauh mana prinsip ini berlaku di konteks Indonesia? Apakah benar tarif pajak yang tinggi justru melemahkan kepatuhan dan menurunkan penerimaan? Atau mungkinkah sebaliknya, bahwa justru basis pajak yang sempit dan administrasi yang lemah merupakan penyebab utamanya?

Pajak Rendah dan Basis Luas: Masih Jauh dari Realitas Indonesia

Selama satu dekade terakhir (2015–2025), Indonesia justru cenderung memperkuat sistem tarif progresif. Salah satu contohnya adalah penambahan lapisan tarif baru sebesar 35% untuk penghasilan di atas Rp5 miliar melalui UU HPP tahun 2021. Di sisi lain, basis pajak tetap sempit. Jumlah wajib pajak aktif dan patuh masih jauh dari potensi sebenarnya, terutama karena sektor informal yang luas dan lemahnya sistem pendataan.

Prinsip broad-based taxation seperti yang dimaksud Laffer masih menjadi cita-cita, belum kenyataan. Tax ratio Indonesia stagnan di kisaran 9–11% dari PDB, jauh di bawah negara-negara peers di Asia Tenggara. Kebijakan yang menurunkan tarif namun gagal memperluas basis hanya akan membuat penerimaan negara menurun tanpa mendorong partisipasi lebih besar dari masyarakat.

Ketika Orang Kaya Menghindar: Benarkah Karena Tarifnya Terlalu Tinggi?

Laffer juga menyebut bahwa orang kaya cenderung menghindari pajak jika dikenai tarif yang lebih tinggi. Di Indonesia, pernyataan ini tidak bisa diabaikan. Kasus penghindaran pajak yang melibatkan individu-individu berpenghasilan tinggi terus mencuat, mulai dari Panama Papers hingga kasus Rafael Alun.

Program Tax Amnesty 2016–2017 dan Pengungkapan Sukarela (VDP) pada 2022 merupakan respons langsung pemerintah atas fenomena ini. Pemerintah menyadari bahwa penegakan hukum semata tidak cukup; perlu ada insentif dan mekanisme yang membuat wajib pajak merasa adil dan terdorong untuk patuh. Namun, apakah solusinya adalah menerapkan tarif flat seperti yang diusulkan Laffer?

Mengadopsi Supply-Side, Tapi Tak Semudah Itu

Sejauh ini, Indonesia telah mencoba menerapkan kebijakan berbasis supply-side economics ala Laffer—memberikan insentif fiskal berupa tax holiday, super deduction, dan tarif PPh final rendah untuk UMKM. Tujuannya sama: mendorong produksi, investasi, dan menciptakan efek berantai pada penerimaan.

Namun, hasilnya belum seefektif yang diharapkan. Kepatuhan pajak tetap rendah, dan investasi yang masuk belum signifikan mengangkat basis penerimaan. Ini menandakan bahwa teori saja tidak cukup tanpa tata kelola yang kuat. Dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, keberhasilan kebijakan pajak lebih ditentukan oleh kapasitas administrasi dan kualitas institusi ketimbang sekadar tingkat tarif.

Mewaspadai Generalisasi Teori

Apa yang berhasil di sembilan negara bagian Amerika Serikat belum tentu dapat direplikasi begitu saja di Indonesia. Struktur ekonomi yang berbeda, tingkat informalitas yang tinggi, dan ketimpangan sosial yang masih lebar menjadi tantangan tersendiri. Teori Laffer penting untuk diingat, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya panduan.

Penerapan sistem pajak yang adil dan efisien di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar tarif rendah—yang dibutuhkan adalah reformasi menyeluruh: perluasan basis pajak, digitalisasi sistem, perbaikan pelayanan, serta penegakan hukum yang adil dan konsisten. Tanpa itu semua, tarif pajak berapa pun—tinggi ataupun rendah—akan tetap gagal mencapai tujuannya.

author avatar
Pratama Indomitra Konsultan
See Full Bio
Share63Tweet39Send
Previous Post

Berburu Penerimaan Pajak di Tengah Stagnasi Perekonomian

Next Post

Indonesia Masuk Jurisdictional Snapshots IFRS Foundation

Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Indomitra Konsultan

Related Posts

Permenkum 49/2025
Analisis

Memahami Kewajiban Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

9 Juli 2026
Sustainable Procurement
Analisis

Sustainable Procurement, Strategi Baru Memenangkan Tender B2B

9 Juli 2026
Olahraga Lari
Analisis

Strava Jadi Pemungut PPN PMSE, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

9 Juli 2026
Sustainability Report
Analisis

Mengurai Peran Materialitas dalam Sustainability Report

8 Juli 2026
Pengawasan Pajak
Analisis

Permenkum 49/2025 dan Penguatan Basis Data Pajak

8 Juli 2026
Shortfall
Analisis

Mengurai Ancaman Shortfall di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

8 Juli 2026
Next Post
Indonesia Masuk Jurisdictional Snapshots IFRS Foundation

Indonesia Masuk Jurisdictional Snapshots IFRS Foundation

Dari Polusi ke Solusi: Perdagangan Emisi sebagai Motor ESG

Dari Polusi ke Solusi: Perdagangan Emisi sebagai Motor ESG

GCG Tangguh, ESG Tumbuh: Strategi Bisnis di Era Transisi Hijau

GCG Tangguh, ESG Tumbuh: Strategi Bisnis di Era Transisi Hijau

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1564 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Jasa Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.