Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Senin, 31 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Penerimaan Pajak per September 2025 Turun

Muhamad Akbar AditamabyMuhamad Akbar Aditama
14 Oktober 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
128 6
A A
0
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penerimaan pajak Indonesia per September 2025 menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang layak mendapat perhatian. Data APBN menunjukkan realisasi penerimaan pajak sampai dengan 30 September 2025 sebesar sekitar Rp 1.295,28–1.295,3 triliun, atau turun sekaitar 4,4% (yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu.

Angka itu mengandung dua pesan penting yang harus dibaca bersamaan. Pertama, apabila dilihat dari sisi bruto sebelum dikurangi restitusi. Penerimaan sebenarnya meningkat,  realisasi bruto tercatat sekitar Rp 1.619,20 triliun. Tetapi setelah dikurangi restitusi dan kompensasi lain pendapatan neto terlihat turun. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa headline menunjukkan kontraksi neto, padahal aktivitas pemungutan pajak secara kasarnya tidak menyusut drastis.

Kedua, peningkatan restitusi menjadi faktor utama penurunan neto tersebut. Pemerintah melalui Wakil Menteri Keuangan menyatakan bahwa restitusi yang lebih tinggi pada tahun berjalan menyebabkan pengembalian dana kepada wajib pajak meningkat, sehingga posisi penerimaan pajak neto tereduksi meski arus kas beredar kembali ke sektor usaha dan konsumsi. Dalam perspektif makro, restitusi yang bertambah memang dapat mendukung likuiditas pelaku usaha, namun secara statistik berdampak menurunkan realisasi pajak neto yang dilaporkan.

Jika dibandingkan dengan target yang dipatok pemerintah untuk tahun 2025, realisasi sampai September ini juga masih tertinggal. Realisasi Rp 1.295,3 triliun tersebut setara sekitar 62,4% dari outlook penerimaan pajak yang direvisi, dan sekitar 59,1% dari target APBN 2025 yang tercantum dalam undang-undang anggaran. Dengan kata lain, masih ada ruang dan beban kerja signifikan bagi otoritas fiskal untuk mengejar sisa target hingga akhir tahun fiskal.

Dari sisi komponen, tekanan tampak pada penerimaan dari konsumsi dan korporasi. PPN/PPnBM dan PPh badan tercatat melemah pada periode ini, kontribusi PPN/PPnBM menurun dibandingkan tahun lalu, sementara PPh badan menunjukkan kontraksi pada sisi neto meski terdapat fluktuasi pada laporan bruto. Perubahan harga komoditas global (mis. batubara, minyak sawit) dan dinamika permintaan domestik menjadi salah satu penopang turunannya, karena pajak korporasi dan bea atas sektor komoditas sensitif terhadap harga internasional.

Dampak fiskal dari penurunan ini bersifat langsung dan tidak langsung. Secara langsung, penurunan realisasi pajak memperkecil ruang fiskal pemerintah untuk pembiayaan belanja program prioritas tanpa menambah defisit atau menaikkan pembiayaan utang. Secara tidak langsung, jika restitusi yang meningkat benar-benar meningkatkan likuiditas usaha dan konsumsi, ada kemungkinan efek pengali (multiplier) yang membantu pemulihan ekonomi dan pada akhirnya mendorong kenaikan penerimaan di kuartal berikutnya tetapi efek ini bukanlah jaminan dan bergantung pada seberapa cepat aktivitas ekonomi merespons injeksi likuiditas tersebut.

Di sisi kebijakan, pemerintah memiliki beberapa instrumen untuk merespons kondisi ini: memperkuat penagihan dan kepatuhan pajak, melakukan penyesuaian administrasi restitusi agar lebih tepat sasaran dan cepat, memperluas basis pajak melalui reformasi kebijakan yang pro-pertumbuhan, serta menyeimbangkan antara langkah konsolidasi fiskal dan stimulus jangka pendek untuk menjaga momentum ekonomi. Komunikasi yang jelas antara otoritas fiskal dan publik juga penting untuk menghindarkan interpretasi negatif terhadap kinerja APBN yang bersumber dari peningkatan restitusi, bukan semata kekurangan pungutan.

Menutup tulisan ini, data per September 2025 menunjukkan bahwa gambaran penerimaan pajak bukan sekadar soal angka turun atau naik; pembacaan yang cermat harus membedakan antara perubahan bruto dan neto, serta menimbang peran restitusi dan kondisi eksternal seperti harga komoditas. Pencapaian sekitar 62% dari outlook pada triwulan ketiga memberi sinyal bahwa upaya ekstra diperlukan, namun juga menyisakan opsi kebijakan yang bisa dimobilisasi untuk mengejar target akhir tahun tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi. Pemantauan lebih lanjut pada realisasi bulan-bulan terakhir dan efektivitas langkah kebijakan pemerintah akan menentukan apakah target 2025 dapat dipenuhi atau perlu penyesuaian

author avatar
Muhamad Akbar Aditama
Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute
See Full Bio
Tags: APBNPajak SeptemberRealisasi Penerimaan Pajak
Share61Tweet38Send
Previous Post

Tantangan Mencari Font untuk Annual Report

Next Post

Sustainability Report dan Peranannya Dalam Membentuk Nilai dan Citra Korporasi

Muhamad Akbar Aditama

Muhamad Akbar Aditama

Tax Policy Analyst Pratama-Kreston Tax Research Institute

Related Posts

Sustainability Report
Artikel

Perkembangan Regulasi Sustainability Reporting di Indonesia

31 Agustus 2026
Ilustrasi beasiswa
Analisis

Apakah Beasiswa Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
PPh 23
Analisis

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

28 Agustus 2026
Next Post
Ilustrasi dunia yang berkelanjutan

Sustainability Report dan Peranannya Dalam Membentuk Nilai dan Citra Korporasi

Ilustrasi Annual Report

Annual Report dan Pentingnya Transparansi Risiko bagi Investor dan Publik

Pembatalan BPN, Pilihan pragmatik untuk reformasi penerimaan

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.