Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Senin, 31 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Dampak PMK-11/2025 terhadap Penerapan PPN atas Jasa Outsourcing

pik_fikribypik_fikri
9 Juli 2025
in Analisis, Artikel
Reading Time: 4 mins read
155 2
A A
0
pmk-112025

Dampak PMK-112025

179
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing) termasuk jasa yang bersifat strategis dalam rangka pembangunan nasional sehingga memperoleh fasilitas pembebasan PPN. Hal ini tertuang dalam ketentuan Pasal 16B ayat (1a) huruf j angka 8 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP j.o Pasal 22 PP-49/2022.

Terdapat empat syarat kumulatif agar jasa outsourcing dapat memperoleh fasilitas pembebasan PPN, sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (5) PP-49/2022.

Pertama, pengusaha jasa hanya menyerahkan jasa outsourcing kepada pengguna jasa dan tidak terkait dengan pemberian jasa lainnya. Kedua, pengusaha jasa tidak melakukan pembayaran imbalan kepada tenaga kerja yang disediakan untuk pengguna jasa.

Ketiga, pengusaha jasa tidak bertanggung jawab atas hasil kerja tenaga kerja yang disediakan setelah diserahkan kepada pengguna jasa. Keempat, tenaga kerja yang disediakan masuk dalam struktur kepegawaian pengguna jasa.

Apabila syarat kumulatif yang ditetapkan tidak terpenuhi, maka jasa outsourcing yang dimaksud akan dikenakan PPN. Belum lama ini Pemerintah melalui PMK-11/2025 mengatur kembali ketentuan mengenai hal tersebut yang sebelumnya diatur dalam PMK-83/2012.

Dilansir dari siaran pers DJP Nomor SP-4/2025, latar belakang penerbitan PMK-11/2025 adalah kebutuhan untuk menjaga agar penyesuaian tarif PPN menjadi 12% pada tanggal 1 Januari 2025 tidak berimbas pada barang dan jasa yang tidak masuk kategori mewah. Sebagaimana diketahui, sesuai ketentuan Pasal 4 PMK-131/2024 terdapat pengecualian penghitungan PPN terkait DPP Nilai Lain dan Besaran Tertentu PPN yang telah diatur secara khusus dalam PMK tersendiri.

Selain itu, mengingat ketentuan mengenai DPP Nilai Lain dan Besaran Tertentu PPN sebelumnya tersebar di beberapa PMK tersendiri, maka PMK-11/2025 juga bertujuan untuk mengatur sekaligus menyatukan penyesuaiannya dalam satu PMK agar lebih komprehensif.

Kembali terkait pembahasan PPN atas jasa outsourcing, Pasal 2 huruf o PMK-11/2025 menyatakan bahwa selama tagihan jasa outsourcing diperinci dengan memisahkan antara tagihan atas penyerahan jasa dan pembayaran imbalan kepada tenaga kerja, maka DPP PPN ditetapkan berdasarkan Nilai Lain sebesar 11/12 (sebelas per dua belas) dari jumlah seluruh tagihan, tidak termasuk imbalan yang diterima oleh tenaga kerja.

Berbeda dengan ketentuan sebelumnya, beleid tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai penentuan DPP PPN apabila jumlah tagihan tidak diperinci oleh pengusaha jasa outsourcing.

Lalu bagaimana cara kita menentukannya?

Jasa outsourcing tidak termasuk dalam kategori jasa mewah sehingga penentuan DPP PPN-nya mengacu pada ketentuan Pasal 3 PMK-131/2024. Secara umum, baik untuk tagihan jasa outsourcing yang diperinci maupun yang tidak diperinci sama-sama menggunakan skema DPP Nilai Lain. Hanya saja untuk tagihan yang tidak diperinci, Nilai Lain yang dimaksud dihitung sebesar 11/12 dari jumlah Penggantian.

Pasal 1 angka 19 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP menyebutkan bahwa Penggantian adalah nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan Jasa. Dengan demikian, imbalan yang diterima oleh tenaga kerja yang tidak diperinci dalam tagihan pengusaha jasa outsourcing tergolong sebagai Penggantian.

Sebagai penutup, berikut ini kami sajikan matriks perbandingan ketentuan PPN atas jasa outsourcing, sebelum dan sesudah berlakunya PMK-11/2025 j.o PMK-131/2024. Yang menarik, saat ini seluruh transaksi jasa outsourcing menggunakan kode faktur pajak yang sama (04). Hal ini berbeda dengan ketentuan pada pengaturan sebelumnya.

Jenis tagihan PMK-83/2012 Kode FP PMK-11/2025 j.o PMK-131/2024 Kode FP
Diperinci antara penyerahan jasa dan imbalan kepada tenaga kerja Tarif PPN 11% x DPP nilai lain yaitu seluruh tagihan yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha jasa, tidak termasuk imbalan yang diterima oleh tenaga kerja 04 Tarif PPN 12% x DPP nilai lain yaitu 11/12 dari seluruh tagihan yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha jasa, tidak termasuk imbalan yang diterima oleh tenaga kerja 04
Tidak diperinci antara penyerahan jasa dan imbalan kepada tenaga kerja Tarif PPN 11% x DPP Penggantian yaitu seluruh tagihan yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha jasa, termasuk imbalan yang diterima oleh tenaga kerja 01 Tarif PPN 12% x DPP nilai lain yaitu 11/12 dari Penggantian yaitu seluruh tagihan yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha jasa, termasuk imbalan yang diterima oleh tenaga kerja 04
author avatar
pik_fikri
Assistant Manager - Tax Assistance
See Full Bio
Tags: PMK-11/2025PPN
Share72Tweet45Send
Previous Post

Mengapa Padel Dikenai Pajak Daerah, Sementara Golf Kena PPN

Next Post

Ke Mana Larinya Uang Pajak Kita?

pik_fikri

pik_fikri

Assistant Manager - Tax Assistance

Related Posts

Ilustrasi Menabung
Analisis

Menabung di Bank Apakah Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sustainability Report
Artikel

Perkembangan Regulasi Sustainability Reporting di Indonesia

31 Agustus 2026
Ilustrasi beasiswa
Analisis

Apakah Beasiswa Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
Next Post
Ke mana larinya uang pajak kita?

Ke Mana Larinya Uang Pajak Kita?

Laporan Keberlanjutan sebagai Pilar Strategi Bisnis Masa Kini

Pentingnya Peran Perusahaan yang Nyata di Tengah Bencana

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.