Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 1 September 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Aspek Pajak Penghasilan Sewa Peti Kemas/Kontainer

HidayatbyHidayat
18 Desember 2024
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
157 12
A A
0
Ilustrasi Peti Kemas

Sumber: Ali Baba

193
SHARES
2.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bisnis modifikasi kontainer belakangan ini berkembang pesat di masyarakat. Banyak orang mulai memanfaatkan kontainer bukan sekadar alat pengangkut barang tetapi juga sebagai ruang fungsional yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan. Dari kantor, mess untuk karyawan, hingga tempat berjualan, inovasi bisnis kontainer yang dilakukan banyak pelaku usaha menjadi semakin kreatif untuk kemudian disewakan.

Sebagian kita mungkin bertanya-tanya apakah penyewaan peti kemas atau kontainer yang notabenenya sebagai  wadah atau ruangan, apakah merupakan sewa atas bangunan yang dikenakan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atau penyewaan harta (selain tanah dan atau bangunan) yang dipotong PPh Pasal 23. Keberadaan peti kemas atau kontainer sebagai sebuah tempat atau ruangan tersebut kemudian memunculkan ambiguitas dan multitafsir dari sisi aspek pajak, apakah sebagai suatu bangunan atau harta non-bangunan.

Peti kemas atau kontainer adalah tempat atau wadah yang memenuhi persyaratan sebagai alat atau sarana pengangkutan barang yang bisa digunakan pada berbagai moda transportasi, seperti pada truk peti kemas, kereta api dan kapal peti kemas. Namun, dalam perkembangannya, kontainer dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk beraktifitas, seperti ruangan untuk kantor, mess untuk karyawan, rumah tinggal sementara pada proyek konstruksi, atau tempat berjualan.

Seiring dengan keterbatasan lahan di ibu kota, pemanfaatan peti kemas ini semakin beragam dan berkembang. Karena itu, pemanfaatan peti kemas yang dimodifikasi perlu dikaji lebih lanjut termasuk aspek pajaknya, mengingat peraturan undang-undang perpajakan tidak mengatur secara khusus bisnis penyewaan peti kemas/kontainer yang telah dimodifikasi. Kajian ini penting agar pelaku usaha lebih memiliki kepastian hukum dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.

Menurut R.P. 05:263) dalam bukunya “Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut”, peti kemas atau kontainer adalah suatu kemasan yang dirancang secara khusus dengan ukuran tertentu, dapat dipakai berulang kali, dipergunakan untuk menyimpan dan sekaligus mengangkut muatan yang ada di dalamnya.

Melihat dari bentuk dan pemanfaatannya, peti kemas ada yang digunakan sebagai (1) sarana untuk pengangkutan barang dan (2) peti kemas yang dimodifikasi dan dimanfaatkan sebagian orang untuk beraktifitas seperti untuk ruangan kantor, mess karyawan, dll. Dalam artikel ini, penulis mengkhususkan penulisan pada aspek pajak penghasilan transaksi sewa menyewa peti kemas sebagai ruang untuk beraktivitas.

Sewa Bangunan atau Sewa Harta?

Jika mengacu ke jenis harta atas kelompok harta untuk tujuan penyusutan berdasarkan PMK 72 tahun 2023, peti kemas/kontainer termasuk ke dalam harta berwujud (bukan bangunan) kelompok II. Untuk dapat lebih memahami dengan jelas apakah kontainer dikatakan sebagai sebuah bangunan atau hanya sebagai harta (non-bangunan), sebaiknya kita melihat pengertian bangunan dari sisi legal. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2017 (PP No. 34 tahun 2017), bangunan merupakan konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.

Melihat definisi bangunan sesuai aturan UU HKPD dan PP No. 34 tahun 2017, diketahui bahwa kategori sebuah bangunan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) merupakan konstruksi teknik, dan (2) ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi

Dengan merujuk pengertian bangunan, maka penyewaan peti kemas sebagai ruang aktivitas tidak dapat langsung dianggap sebagai sebuah sewa bangunan. Peti kemas yang dimodifikasi menjadi ruang aktivitas sepanjang tidak dilekatkan dan menyatu dengan bumi atau mudah dipindahkan serta pengerjaannya tidak memerlukan konstruksi khusus layaknya mendirikan bangunan (lihat Gambar 1), maka penyewaan peti kemas tergolong sebagai sewa harta.

Gambar 1 Tangkapan Layar Kontainer Produk sumber jualcontainermodifikasiblogspotcom

Apabila peti kemas dimodifikasi dan didesain sedemikian rupa menjadi sebuah rumah atau kantor sebagaimana Gambar 2 dan Gambar 3, maka penyewaan kontainer berupa rumah dan kantor merupakan sewa atas bangunan. Alasannya adalah karena kontainer tersebut sudah merupakan hasil kontruksi teknik dan diletakkan secara permanen di atas tanah.

Ilustrasi Peti Kemas
Gambar 2 Tangkapan Layar Kontainer Produk sumber alibabacom

Berdasarkan penjelasan di atas, penyewaan peti kemas atau kontainer dapat dilakukan untuk berbagai keperluan. Kontainer ini bisa digunakan sebagai sarana pengangkutan barang atau dimodifikasi menjadi ruang, mess, tempat berjualan, dan lain-lain. Selama kontainer tersebut tidak dipasang secara permanen di tanah dan tidak memerlukan konstruksi teknik khusus, penyewa akan dikenakan pemotongan PPh Pasal 23 atas penyewaan harta (non-bangunan) dengan tarif sebesar 2% dari nilai bruto sewa.

Gambar 3 Tangkapan Layar Kontainer Produk sumber alibabacom

Bagi pesewa (pemilik kontainer) pendapatan sewa tersebut merupakan objek Pajak Penghasilan Orang Pribadi atau Badan. Pemotongan PPh Pasal 23 tersebut dapat dikreditkan dalam penghitungan PPh terutang pesewa.

Namun, apabila kontainer didesain menjadi sebuah rumah atau kantor, yang melekat secara tetap di tanah dengan kontruksi khusus bangunan, penghasilan tersebut dikenakan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas sewa bangunan.

 

author avatar
Hidayat
See Full Bio
Tags: PajakPajak sewaPPh 23
Share77Tweet48Send
Previous Post

Thomas Hobbes & Peran Perpajakan Bagi Pemerintahan Absolut

Next Post

Pajak Hadiah Yang Diperoleh Dari Undian dan Tanpa Undian

Hidayat

Hidayat

Related Posts

Ilustrasi Menabung
Analisis

Menabung di Bank Apakah Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sustainability Report
Artikel

Perkembangan Regulasi Sustainability Reporting di Indonesia

31 Agustus 2026
Ilustrasi beasiswa
Analisis

Apakah Beasiswa Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
Next Post
source : Freepik

Pajak Hadiah Yang Diperoleh Dari Undian dan Tanpa Undian

Foto oleh Binyamin Mellish

Peraturan Menteri Keuangan No. 72 Tahun 2023

Praktik Pelaporan Keberlanjutan dan Asurans di Indonesia

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.