Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 16 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Integrated Report Era Baru Pelaporan Korporat

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
20 Oktober 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
137 9
A A
0
Integrated Report Era Baru Pelaporan Korporat
166
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelaporan keuangan telah lama menjadi laporan utama entitas dalam berkomunikasi dengan pemilik modal. Laporan ini berfokus pada penyajian informasi transaksi keuangan masa lalu, yang kemudian dilengkapi oleh laporan manajemen berisi pandangan ke depan tentang prospek usaha, inovasi, perkembangan pasar, hingga arah strategi perusahaan. Kedua laporan tersebut umumnya disajikan dalam laporan tahunan (annual report). Akibatnya, laporan tahunan semakin tebal dan kompleks seiring bertambahnya informasi yang ingin disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Dalam perkembangannya, muncul pula praktik penyusunan laporan keberlanjutan atau sustainability report (SR), yang berfokus pada dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari kegiatan perusahaan. Laporan ini umumnya disusun mengikuti panduan seperti Global Reporting Initiative (GRI). SR dapat disajikan sebagai bagian dari laporan tahunan atau sebagai dokumen tersendiri. Namun, baik digabung maupun dipisah, keberadaan beragam laporan membuat pembaca terutama investor mengalami kesulitan memperoleh gambaran utuh tentang bagaimana perusahaan menciptakan dan mempertahankan nilai dalam jangka panjang.

Dari kebutuhan inilah konsep Integrated Report (IR) lahir. IR bukan sekadar penggabungan annual report dan sustainability report, melainkan bentuk pelaporan baru yang menekankan keterpaduan informasi. Fokus utamanya adalah pada penciptaan nilai (value creation) dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu menunjukkan hubungan antara strategi, tata kelola, kinerja, serta prospek masa depan dalam satu narasi yang terintegrasi dan ringkas.

Mewujudkan Pelaporan yang Terintegrasi

Gagasan Integrated Reporting dikembangkan oleh International Integrated Reporting Council (IIRC) yaitu koalisi global yang terdiri dari regulator, investor, perusahaan, penyusun standar, profesi akuntansi, akademisi, dan LSM. IIRC memandang bahwa pelaporan korporat harus berevolusi, tidak hanya berfokus pada penyajian hasil keuangan masa lalu, tetapi juga bagaimana organisasi menciptakan, mempertahankan, atau bahkan kehilangan nilai dari waktu ke waktu.

Visi jangka panjang integrated reporting adalah mewujudkan dunia yang menanamkan pemikiran terintegrasi (integrated thinking) dalam praktik bisnis, baik di sektor publik maupun swasta. Dengan demikian, pelaporan terintegrasi menjadi norma pelaporan korporat yang membantu alokasi modal secara efisien dan produktif, sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan.

Pelaporan terintegrasi memiliki beberapa tujuan penting yang saling melengkapi. Pertama, meningkatkan kualitas informasi bagi penyedia modal, sehingga keputusan investasi dapat dilakukan dengan lebih tepat dan efisien. Kedua, mendorong pendekatan pelaporan yang kohesif, di mana berbagai laporan perusahaan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling terhubung untuk menggambarkan strategi dan kinerja organisasi secara utuh. Ketiga, memperkuat akuntabilitas atas berbagai bentuk modal, seperti modal finansial, sumber daya manusia, sosial, intelektual, manufaktur, dan sumber daya alam. Terakhir, IR membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan jangka panjang yang berfokus pada penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Menuju Era Baru Pelaporan Korporat

Pelaporan terintegrasi mengubah cara perusahaan memandang pelaporan itu sendiri. Jika selama ini pelaporan dipandang sebagai kewajiban administratif, kini ia menjadi alat strategis untuk memperlihatkan bagaimana perusahaan menciptakan nilai. Melalui konektivitas informasi, organisasi tidak lagi menyajikan data keuangan dan nonkeuangan secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan yang menunjukkan saling keterkaitan antar faktor yang memengaruhi kinerja.

Seiring berjalannya waktu, integrated report diharapkan menjadi norma baru pelaporan korporat. Dunia usaha akan beralih dari komunikasi yang terfragmentasi menuju penyajian yang ringkas, strategis, dan bernilai tinggi. Dengan pelaporan terintegrasi, manajemen tidak hanya menunjukkan hasil, tetapi juga arah dan keberlanjutan strategi bisnisnya. Bagi investor dan pemangku kepentingan lain, integrated report memberi pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana perusahaan menciptakan nilai bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan.

author avatar
Intan Pratiwi
See Full Bio
Tags: Integrated ReportIntegrated ReportingLaporan Terintegrasipelaporan korporat
Share66Tweet42Send
Previous Post

Strategi Menghadapi Potensi Shortfall Penerimaan

Next Post

Padu-Padan Warna pada Annual Report

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Tall yellow construction cranes loom over partially built high-rise buildings in a cityscape against a partly cloudy sky, modern glass towers nearby.
Analisis

PPh Final atas Penghasilan Jasa Konstruksi

16 Juli 2026
Objek PPh Final
Analisis

Objek Penghasilan yang Dikenai PPh Final

16 Juli 2026
Integrasi NIK-NPWP
Analisis

Membangun Peta Aset Nasional untuk Memperkuat Basis Pajak

16 Juli 2026
Pajak JHT
Analisis

Apa Dampak Usulan Pajak JHT 0% bagi Pekerja?

15 Juli 2026
Jar filled with folded dollar bills labeled 'RETIREMENT' against a blue background, symbolizing retirement savings.
Analisis

Mengapa JHT Dikenai Pajak? Memahami Asas Pemajakannya

15 Juli 2026
Ilustrasi kuasa pajak
Analisis

Peran & Tanggung Jawab Kuasa di Bidang Perpajakan dalam PMK No. 44 Tahun 2026

15 Juli 2026
Next Post
Padu Padan Warna pada Annual Report

Padu-Padan Warna pada Annual Report

Sustainability report

Pelaporan Keberlanjutan sebagai Instrumen Legitimasi

Tax Complexity

Menakar Daya Saing Pajak Indonesia di Tengah Peringkat Dunia

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.