Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 16 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

ESG sebagai Strategi Bisnis Jangka Panjang

Dwi PurwantobyDwi Purwanto
26 September 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
126 8
A A
0
ESG sebagai Strategi Bisnis Jangka Panjang

#image_title

153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Isu keberlanjutan bisnis semakin mendapat perhatian dalam dunia usaha modern. Perusahaan kini tidak lagi dinilai hanya dari sisi kinerja finansial, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis. ESG dipandang sebagai faktor penting yang menentukan keberlanjutan usaha, menjaga reputasi, serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

Perubahan paradigma ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pasar, regulator, dan masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnis. Perusahaan yang serius menerapkan ESG lebih dipercaya oleh investor dan mitra bisnis, karena dianggap memiliki komitmen terhadap praktik usaha yang transparan dan bertanggung jawab. Sebaliknya, perusahaan yang mengabaikan ESG berisiko kehilangan dukungan pemangku kepentingan, bahkan menghadapi konsekuensi regulasi.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa pengungkapan ESG perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal. Ukuran perusahaan, tingkat profitabilitas, hingga struktur pendanaan (leverage) terbukti berpengaruh terhadap seberapa luas informasi ESG disampaikan kepada publik. Perusahaan besar, misalnya, cenderung lebih aktif dalam pengungkapan karena memiliki sumber daya lebih besar untuk menyusun laporan keberlanjutan dan berada di bawah pengawasan publik yang lebih ketat.

Namun, faktor yang paling menonjol adalah peran tata kelola perusahaan. Dewan direksi yang inklusif, independen, dan beragam dapat meningkatkan kualitas pengungkapan ESG secara signifikan. Penelitian Omenihu, Abdrakhmanova, dan Koufopoulos (2025) menunjukkan bahwa keberagaman gender di dewan direksi berkontribusi pada transparansi ESG, terutama ketika jumlah perempuan mencapai tingkat massa kritis. Artinya, keberagaman dalam kepemimpinan bukan sekadar simbol, tetapi benar-benar menjadi pendorong dalam pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dewan direksi yang aktif melakukan pengawasan juga membantu perusahaan lebih tanggap terhadap risiko yang berkaitan dengan lingkungan, sosial, maupun tata kelola. Hal ini sejalan dengan prinsip good governance yang menekankan pentingnya pengawasan efektif sebagai fondasi untuk membangun kepercayaan publik.

Lebih dari sekadar laporan tahunan, ESG mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan. Omenihu dkk. (2025) menegaskan bahwa perusahaan dengan tata kelola inklusif tidak hanya lebih transparan, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi tekanan regulasi dan ekspektasi masyarakat. Transparansi dalam pengungkapan ESG membantu perusahaan mengurangi risiko reputasi sekaligus memperkuat hubungan dengan investor yang semakin peduli pada keberlanjutan.

Komitmen ini juga tercermin dalam inovasi produk dan layanan. Perusahaan dengan dewan yang beragam cenderung lebih berorientasi pada praktik ramah lingkungan, pengembangan teknologi berkelanjutan, dan program sosial yang memberi dampak positif. Dengan demikian, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai beban tambahan, melainkan sebagai peluang bisnis yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif.

Meski manfaatnya jelas, implementasi ESG masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah kecenderungan sebagian perusahaan memperlakukan ESG hanya sebagai kewajiban formalitas. Akibatnya, laporan yang disajikan sering kali kurang substansial dan tidak mencerminkan praktik nyata di lapangan. Kondisi ini membuat investor kesulitan menilai sejauh mana komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

Selain itu, terdapat perbedaan konteks antar negara. Penelitian Omenihu dkk. (2025) menunjukkan bahwa di negara maju, pengungkapan ESG didukung oleh regulasi yang kuat serta tuntutan pasar yang tinggi. Sementara itu, di negara berkembang, faktor kelembagaan dan budaya bisnis masih menjadi hambatan utama. Variasi ini menegaskan bahwa strategi penerapan ESG perlu disesuaikan dengan kondisi lokal agar dapat berjalan efektif.

Untuk memperkuat ESG sebagai strategi bisnis, dukungan kebijakan publik sangat diperlukan. Beberapa negara di Eropa bahkan telah mewajibkan perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan, sekaligus menetapkan kuota keterwakilan perempuan di dewan direksi. Kebijakan semacam ini terbukti mendorong perusahaan lebih serius dalam mengintegrasikan ESG ke dalam tata kelola.

Di Indonesia, meskipun regulasi mengenai laporan keberlanjutan sudah mulai diperkenalkan, implementasinya masih memerlukan pengawasan ketat. Regulasi yang konsisten, disertai dengan insentif bagi perusahaan yang menerapkan ESG dengan baik, dapat menjadi pendorong bagi terciptanya tata kelola bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, ESG bukan hanya soal memenuhi kewajiban pelaporan, melainkan strategi inti untuk membangun bisnis yang bertanggung jawab dan tangguh menghadapi dinamika global. Perusahaan dengan tata kelola yang beragam, transparan, dan inklusif memiliki peluang lebih besar untuk meraih kepercayaan investor, konsumen, serta regulator.

Seperti ditegaskan oleh Omenihu dkk. (2025), keberagaman dewan direksi dan komitmen pada prinsip tata kelola yang baik terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengungkapan ESG. Oleh karena itu, perusahaan perlu menempatkan ESG sebagai prioritas utama, bukan sekadar kewajiban tambahan. Dengan cara ini, ESG dapat menjadi motor penggerak inovasi, keunggulan kompetitif, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

 

author avatar
Dwi Purwanto
See Full Bio
Share61Tweet38Send
Previous Post

Tantangan dan Peluang ESG di Era Transparansi

Next Post

ESG dan SDGs sebagai Instrumen Kebijakan Ekonomi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Dwi Purwanto

Dwi Purwanto

Related Posts

Tall yellow construction cranes loom over partially built high-rise buildings in a cityscape against a partly cloudy sky, modern glass towers nearby.
Analisis

PPh Final atas Penghasilan Jasa Konstruksi

16 Juli 2026
Objek PPh Final
Analisis

Objek Penghasilan yang Dikenai PPh Final

16 Juli 2026
Integrasi NIK-NPWP
Analisis

Membangun Peta Aset Nasional untuk Memperkuat Basis Pajak

16 Juli 2026
Pajak JHT
Analisis

Apa Dampak Usulan Pajak JHT 0% bagi Pekerja?

15 Juli 2026
Jar filled with folded dollar bills labeled 'RETIREMENT' against a blue background, symbolizing retirement savings.
Analisis

Mengapa JHT Dikenai Pajak? Memahami Asas Pemajakannya

15 Juli 2026
Ilustrasi kuasa pajak
Analisis

Peran & Tanggung Jawab Kuasa di Bidang Perpajakan dalam PMK No. 44 Tahun 2026

15 Juli 2026
Next Post
Laporan Keberlanjutan sebagai Pilar Strategi Bisnis Masa Kini

ESG dan SDGs sebagai Instrumen Kebijakan Ekonomi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Menjembatani Kesenjangan Pajak, Dari Pemungutan Otomatis ke Digitalisasi Pasar

Menjembatani Kesenjangan Pajak, Dari Pemungutan Otomatis ke Digitalisasi Pasar

Dua Tantangan Besar Perusahaan: Cara Melunasi Utang dan Mencegah Fraud Internal

Dua Tantangan Besar Perusahaan: Cara Melunasi Utang dan Mencegah Fraud Internal

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1565 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.