Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Selasa, 1 September 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Indonesia Masuk Jurisdictional Snapshots IFRS Foundation

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
23 Juni 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
133 9
A A
0
162
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

IFRS Foundation pada Juni 2025 merilis publikasi perdana Jurisdictional Profiles & Snapshots yang menyajikan informasi tentang bagaimana yurisdiksi di seluruh dunia mengadopsi atau merencanakan untuk mengadopsi IFRS Sustainability Disclosure Standards (ISSB Standards). Publikasi ini menjadi rujukan global bagi investor, penyusun laporan, penyedia jasa asurans, regulator, dan pemangku kepentingan lain yang memerlukan informasi keberlanjutan yang dapat dibandingkan secara internasional.

Indonesia termasuk dalam kelompok Jurisdictional Snapshots, yaitu yurisdiksi yang telah menunjukkan komitmen kuat dan arah kebijakan yang jelas untuk mengadopsi ISSB Standards, meskipun regulasi nasionalnya masih dalam tahap finalisasi. Ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju sistem pelaporan keberlanjutan yang selaras secara global. Secara keseluruhan, tiga puluh enam yurisdiksi telah mengadopsi, menggunakan, atau tengah menyelesaikan langkah untuk mengintegrasikan ISSB Standards ke dalam kerangka peraturan mereka. IFRS Foundation telah menerbitkan 17 jurisdcitional profile dan 16 jurisdicitional snapshots. Profil-profil ini disusun berdasarkan pendekatan yang sudah difinalisasi oleh masing-masing negara terhadap ISSB, dan memberikan tingkat transparansi tinggi terhadap kemajuan harmonisasi pelaporan keberlanjutan lintas negara.

Dari 17 yurisdiksi yang telah diprofilkan, 14 menargetkan adopsi penuh terhadap ISSB Standards, 2 menargetkan adopsi hanya untuk standar iklim (IFRS S2), dan 1 yurisdiksi berencana untuk menggabungkan sebagian standar ISSB. Negara-negara yang masuk ke dalam 16 snapshots yang diterbitkan, mayoritas termasuk Indonesia telah merancang standar atau kebijakan yang secara fungsional selaras dengan ISSB Standards. Profil dan snapshot ini memberikan gambaran umum tingkat tinggi tentang pendekatan regulasi masing-masing yurisdiksi. IFRS Foundation menyusun dokumen tersebut melalui keterlibatan bilateral yang intens dengan masing-masing negara dan tinjauan independen yang dikonfirmasi oleh perwakilan International Sustainability Standards Board (ISSB). Jurisdictional Guide yang diterbitkan pada Mei 2024 menjadi kerangka dasar dari penyusunan profil ini, yang juga akan digunakan untuk mendukung negara-negara yang belum memulai proses adopsi.

Komitmen Indonesia

Masuknya Indonesia ke dalam Jurisdictional Snapshots berdasarkan dua tonggak penting pada akhir 2024. Pertama, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan Peta Jalan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) pada Desember 2024 yang memetakan langkah strategis untuk mengadopsi ISSB Standards sebagai acuan nasional.

Kedua, IAI juga menerbitkan draf PSPK 1 dan PSPK 2 yang masing-masing mengacu pada IFRS S1 (pengungkapan umum keberlanjutan) dan IFRS S2 (iklim) untuk konsultasi dengan para pemangku kepentingan. Target IAI adalah menyelesaikan SPK final pada kuartal kedua 2025. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memberi dukungan resmi dan merevisi regulasi yang ada untuk menentukan entitas yang wajib menyusun laporan keberlanjutan sesuai standar SPK final.

IFRS Foundation mengkategorikan pendekatan Indonesia sebagai functionally aligned. Artinya, substansi standar tetap mengacu pada ISSB, meski disesuaikan dengan konteks lokal, sehingga hasil pengungkapannya tetap dapat diperbandingkan dengan yurisdiksi lain.

Tantangan Implementasi

Namun, tantangan implementasi tetap signifikan. Diperlukan kesiapan dari pelaku usaha sebagai entitas pelapor, kompetensi penyusun laporan dan penyedia jasa asurans keberlanjutan, serta harmonisasi regulasi antarotoritas seperti OJK, kementerian terkait, dan lembaga sektoral lainnya. Selain itu, penting adanya edukasi dan pelatihan teknis agar pelaku usaha memahami informasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang material bagi bisnisnya, dan tidak lagi melihat laporan keberlanjutan sebagai sekadar formalitas.

Di sisi lain, publikasi ini memberi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing pasar modal, sekaligus menunjukkan komitmen pada pengungkapan informasi keberlanjutan yang kredibel dan dapat dipercaya. IFRS Foundation juga menyatakan bahwa mayoritas yurisdiksi yang telah selaras dengan ISSB mewakili sebagian besar kapitalisasi pasar global, sehingga harmonisasi ini akan menghasilkan informasi yang berkualitas tinggi dan relevan secara global untuk pasar modal.

IFRS Foundation sendiri berkomitmen mendukung negara-negara melalui Program Implementasi Regulasi, termasuk dengan menyediakan alat bantu seperti Roadmap Development Tool, yang membantu yurisdiksi menavigasi proses pengembangan dan penerapan standar secara bertahap. Dukungan ini penting agar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, mampu menerapkan ISSB Standards secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kapasitas nasional.

Dengan fondasi yang kuat dan arahan kebijakan yang progresif, Indonesia menunjukkan sinyal positif kepada komunitas internasional bahwa negara ini siap menjadi bagian dari arsitektur pelaporan keberlanjutan global yang transparan, akuntabel, dan berdampak.

author avatar
Intan Pratiwi
See Full Bio
Tags: IFRS S1IFRS S2IFRS SustainabilityISSBJurisdictional ProfileJurisdictional SnapshotsLaporan KeberlanjutanRoadmap Tool ISSBStandar Pengungkapan KeberlanjutanSustainability Report
Share65Tweet41Send
Previous Post

Relevansi Kurva Laffer bagi Perpajakan Indonesia

Next Post

Dari Polusi ke Solusi: Perdagangan Emisi sebagai Motor ESG

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Kuasa
Analisis

Karyawan Bukan Lagi Kuasa Pajak? Memahami PMK 44/2026

1 September 2026
Ilustrasi Menabung
Analisis

Menabung di Bank Apakah Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sustainability Report
Artikel

Perkembangan Regulasi Sustainability Reporting di Indonesia

31 Agustus 2026
Ilustrasi beasiswa
Analisis

Apakah Beasiswa Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Next Post
Businessman using computers for net zero greenhouse gas emissions target Weather neutral long term strategy. Net Zero and Carbon Neutral concept. net zero icon with decarbonization icon. on smart background

Dari Polusi ke Solusi: Perdagangan Emisi sebagai Motor ESG

Hand of human holding green earth ESG icon for Environment Social and Governance, World sustainable environment concept.

GCG Tangguh, ESG Tumbuh: Strategi Bisnis di Era Transisi Hijau

Hand holding a notepad with esg concept

Menyulap Tantangan Emisi Jadi Peluang Inovasi: Peran ESG dan R&D

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1569 shares
    Share 628 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.