Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Minggu, 30 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Menyelaraskan Langkah Peta Jalan SPK IAI dan Roadmap Tool ISSB

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
24 April 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 4 mins read
145 3
A A
0
169
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peluncuran Jurisdictional Roadmap Development Tool oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) pada Maret 2025 menandai tonggak penting dalam upaya global untuk memperkuat penerapan pelaporan keberlanjutan secara sistematis dan terarah di berbagai yurisdiksi. Dokumen ini bukanlah standar baru, melainkan alat bantu strategis yang memberikan panduan reflektif kepada yurisdiksi yang hendak atau sedang mengadopsi IFRS Sustainability Disclosure Standards, khususnya IFRS S1 dan S2. Tool ini memberikan kerangka pikir, pertanyaan kunci, serta referensi praktik baik dari berbagai negara, dengan harapan mempercepat proses harmonisasi pelaporan keberlanjutan lintas negara.

Namun jauh sebelum ISSB menerbitkan alat ini, Indonesia telah lebih dahulu menunjukkan keseriusannya melalui peluncuran Peta Jalan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada Desember 2024. Dokumen tersebut tidak hanya mencerminkan komitmen nasional terhadap isu keberlanjutan, tetapi juga menyajikan rencana konkret dan bertahap untuk mengadopsi serta mengimplementasikan SPK yang berbasis pada IFRS S1 dan S2.

Kehadiran ISSB Roadmap Tool tidak menjadikan Peta Jalan SPK yang telah disusun IAI menjadi usang atau perlu direvisi secara signifikan. Justru, peluncuran alat bantu dari ISSB tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu yurisdiksi yang visioner dan proaktif dalam mendorong pelaporan keberlanjutan yang selaras dengan standar internasional.

Fungsi yang Berbeda, Tujuan yang Sama

Penting untuk dipahami bahwa meskipun kedua dokumen tersebut berbicara tentang proses adopsi standar pelaporan keberlanjutan, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda namun tujuannya sejalan. Peta Jalan SPK IAI merupakan dokumen strategis nasional yang mengatur langkah-langkah implementasi secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi domestik. Penyusunannya dilakukan melalui proses konsultatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, serta disesuaikan dengan struktur kelembagaan dan regulasi yang berlaku, termasuk peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator pasar modal dan sektor jasa keuangan.

Sebaliknya, ISSB Roadmap Tool adalah dokumen panduan global yang bersifat sukarela (voluntary). Dokumen ini memberikan pendekatan reflektif mengenai cara sebuah yurisdiksi dapat menilai kesiapan kelembagaan, menentukan jalur adopsi, menetapkan peran lembaga penyusun standar, serta mengelola proses transisi menuju implementasi standar ISSB. Karena itu, Roadmap Tool dari ISSB dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi dan menyempurnakan Peta Jalan SPK IAI yang telah ada, bukan untuk menggantikannya.

Posisi Strategis Indonesia

Dengan merilis peta jalan nasional sebelum terbitnya ISSB Roadmap Tool, Indonesia menempati posisi strategis sebagai pelopor kawasan dalam agenda pelaporan keberlanjutan. Ini menjadi cerminan kesiapan serta kepemimpinan dalam mengintegrasikan aspek environmental, social, and governance (ESG) ke dalam sistem pelaporan korporasi.

Dokumen dari ISSB dapat digunakan sebagai sumber refleksi tambahan untuk mempertajam arah kebijakan nasional. Sebagai contoh, IAI bersama pemangku kepentingan dapat menyusun analisis kesenjangan (gap analysis) antara peta jalan nasional dan struktur berpikir yang disarankan ISSB. Dengan analisis tersebut, Indonesia dapat menilai sejauh mana tahapan implementasi SPK telah mencakup komponen strategis yang relevan secara internasional. Proses ini juga membuka peluang untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta menyempurnakan mekanisme pemantauan dan evaluasi pelaporan keberlanjutan nasional.

Pendekatan yang demikian akan menghasilkan peta jalan yang bukan hanya kontekstual dan relevan secara lokal, tetapi juga kredibel secara global. Hal ini sangat penting karena kepercayaan investor internasional terhadap pelaporan perusahaan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana pelaporan tersebut selaras dengan kerangka internasional.

Menuju Harmonisasi dan Kepemimpinan Global

Ke depan, sinergi antara Peta Jalan SPK IAI dan ISSB Roadmap Tool perlu diarahkan pada upaya harmonisasi serta peningkatan kualitas pelaksanaan. Kolaborasi antara pemerintah, otoritas pasar modal, asosiasi profesi, dan pelaku usaha sangat krusial agar peta jalan yang telah disusun tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar menjadi acuan nyata dalam pengambilan keputusan dan aksi nyata di lapangan.

Lebih dari itu, Indonesia memiliki peluang untuk berperan lebih luas di forum internasional, baik melalui G20, ASEAN, maupun inisiatif kerja sama teknis dengan negara-negara berkembang lainnya, yang tengah memulai proses adopsi standar pelaporan keberlanjutan ISSB. Pengalaman Indonesia dalam menyusun roadmap nasional yang kontekstual dan partisipatif dapat dijadikan contoh praktik baik (best practice) yang relevan untuk berbagai yurisdiksi dengan kapasitas dan tantangan serupa.

Keberadaan dua dokumen penting ini, yakni Peta Jalan SPK IAI dan ISSB Roadmap Tool, tidak perlu dilihat sebagai persoalan tumpang tindih. Justru, keduanya membuka peluang besar untuk memperkaya proses transformasi pelaporan keberlanjutan di Indonesia. ISSB Roadmap Tool dapat berfungsi sebagai cermin yang membantu memantulkan kekuatan dan kelemahan dari strategi yang telah disusun secara nasional.

Dengan pendekatan yang terbuka dan adaptif, Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak sekadar menjadi pengikut dalam arus global keberlanjutan, tetapi tampil sebagai penentu arah dan pemimpin regional dalam pelaporan keberlanjutan yang kredibel, terstruktur, dan inklusif.

Penulis:

Intan Pratiwi

Accounting Policy Analyst di Pratama Institute for Fiscal & Governance Studies

author avatar
Intan Pratiwi
See Full Bio
Tags: IFRS S1 S2Jurisdictional Roadmap Development ToolLaporan KeberlanjutanPeta Jalan SPKRoadmap Tool ISSBStandar Pengungkapan KeberlanjutanSustainability Report
Share68Tweet42Send
Previous Post

Langkah Strategis Relaksasi Tarif PBBKB di Jakarta

Next Post

Rekonsiliasi Fiskal Sebagai Data Matching Laporan Komersial dan Fiskal

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
PPh 23
Analisis

Memahami Non-Objek Pemotongan PPh Pasal 23

28 Agustus 2026
Ilustrasi membayar pajak
Analisis

Penghasilan dari Luar Negeri Apakah Dikenakan Pajak?

27 Agustus 2026
Pengawasan
Analisis

Pengawasan Wajib Pajak Belum Terdaftar dalam SE-8/PJ/2026

27 Agustus 2026
Next Post
Rekonsiliasi Fiskal

Rekonsiliasi Fiskal Sebagai Data Matching Laporan Komersial dan Fiskal

Ilustrasi perlambatan pertumbuhan ekonomi

PMK 26 tahun 2025 dan Tantangan Perlindungan Ketenagakerjaan

Ilustrasi PNBP

PMK 24/2025 dan Penguatan Efisiensi BMKG Melalui PNBP

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.