Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Senin, 31 Agustus 2026
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • ID
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

GCG Tangguh, ESG Tumbuh: Strategi Bisnis di Era Transisi Hijau

Dwi PurwantobyDwi Purwanto
23 Juni 2025
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
132 3
A A
0
Hand of human holding green earth ESG icon for Environment Social and Governance, World sustainable environment concept.

Hand of human holding green earth ESG icon for Environment Social and Governance, World sustainable environment concept.

154
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Transisi global menuju ekonomi hijau menuntut dunia usaha untuk melakukan penyesuaian strategis secara menyeluruh. Dalam dinamika ini, tata kelola perusahaan yang baik, khususnya dalam aspek pengendalian internal, memainkan peran sentral dalam meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap regulasi lingkungan yang semakin kompleks, termasuk kebijakan perdagangan emisi karbon.

Salah satu temuan penting dari Zhang et al. (2023) menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki sistem pengawasan internal yang efektif cenderung mencatat kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) yang lebih unggul, terutama dalam menghadapi kebijakan perdagangan karbon yang ketat.

Kebijakan perdagangan emisi karbon, sebagai instrumen regulasi berbasis pasar, mendorong perusahaan untuk menginternalisasi biaya lingkungan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan operasionalnya. Perusahaan dituntut tidak hanya mematuhi batas emisi, tetapi juga memastikan seluruh proses produksi, pelaporan, dan manajemen risiko dilakukan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan.

Dalam konteks ini, pengendalian internal menjadi mekanisme utama untuk menjalankan tata kelola yang efektif serta membangun sistem deteksi dini terhadap risiko lingkungan dan sosial. Sistem ini memungkinkan perusahaan bertindak proaktif dalam menyusun strategi keberlanjutan yang terarah dan efisien.

Menurut Zhang et al. (2023), perusahaan dalam sistem perdagangan emisi menghadapi tekanan regulasi yang lebih tinggi. Dalam situasi ini, penguatan pengendalian internal menjadi langkah strategis yang adaptif. Sistem yang baik memungkinkan manajemen mendeteksi kelemahan operasional, mengurangi risiko moral hazard, serta meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan lingkungan.

Kemampuan mengelola dan mengungkapkan informasi ESG secara transparan juga menjadi indikator penting dari pengendalian internal yang efektif. Informasi ESG yang akurat membantu mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor, membangun kepercayaan, serta mendukung pengambilan keputusan jangka panjang.

Secara praktis, hal ini mencakup pelaporan emisi karbon yang dapat diverifikasi, kebijakan sosial yang inklusif, serta struktur tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Transparansi ini menjadi dasar penting dalam membangun reputasi perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja ESG juga tercermin dalam pengelolaan risiko keuangan. Sistem pengawasan yang mapan membantu perusahaan menerapkan kebijakan lingkungan secara konsisten, menghindari denda akibat pelanggaran regulasi, dan mengelola kuota karbon secara efisien.

Perusahaan yang memiliki pengendalian internal yang kuat dapat memanfaatkan kelebihan kuota sebagai sumber pendapatan atau menghindari pemborosan biaya emisi. Selain itu, kontrol internal yang efektif juga meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.

Lebih jauh, tata kelola internal yang solid menjadi fondasi terbentuknya budaya perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pelatihan, sistem insentif, dan pengawasan, nilai-nilai ESG dapat diintegrasikan ke dalam seluruh lini operasional.

Dalam jangka panjang, budaya ini tidak hanya mendongkrak skor ESG, tetapi juga memperkuat persepsi positif publik dan meningkatkan posisi perusahaan dalam rantai pasok global yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Zhang et al. (2023) mencatat bahwa perusahaan di Tiongkok yang tergabung dalam skema perdagangan emisi dan memiliki tata kelola serta pengendalian internal yang baik menunjukkan respons lebih adaptif terhadap kebijakan tersebut. Mereka berhasil menurunkan emisi, sekaligus memperbaiki aspek sosial dan tata kelola.

Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian internal bukan sekadar alat administratif, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan yang efektif dalam merespons regulasi pasar karbon.

Implikasi dari studi ini sangat relevan bagi Indonesia yang tengah membangun sistem perdagangan emisi nasional. Penguatan pengendalian internal dalam perusahaan perlu menjadi prioritas dalam strategi transisi hijau nasional.

Pemerintah dapat mendorong hal ini melalui regulasi, insentif fiskal, serta standar pelaporan ESG dan audit keberlanjutan. Selain itu, lembaga keuangan dan investor juga dapat menjadikan pengendalian internal sebagai salah satu kriteria dalam penyaluran pembiayaan hijau.

Perusahaan yang menunjukkan tata kelola internal yang baik terbukti lebih tahan terhadap guncangan kebijakan dan pasar, serta lebih mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Kesimpulannya, di era transisi hijau, tata kelola internal tidak lagi menjadi fungsi administratif semata, melainkan kunci utama dalam menjawab tantangan keberlanjutan. Sistem pengendalian internal yang kuat mendukung pengambilan keputusan yang akurat, pelaporan yang transparan, dan pelaksanaan strategi keberlanjutan yang efektif.

Dengan fondasi tata kelola yang kokoh, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan kinerja ESG, tetapi juga memperkuat daya saing dalam ekonomi global yang semakin mengutamakan prinsip hijau dan berkelanjutan.

author avatar
Dwi Purwanto
See Full Bio
Share62Tweet39Send
Previous Post

Dari Polusi ke Solusi: Perdagangan Emisi sebagai Motor ESG

Next Post

Menyulap Tantangan Emisi Jadi Peluang Inovasi: Peran ESG dan R&D

Dwi Purwanto

Dwi Purwanto

Related Posts

Ilustrasi Menabung
Analisis

Menabung di Bank Apakah Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sustainability Report
Artikel

Perkembangan Regulasi Sustainability Reporting di Indonesia

31 Agustus 2026
Ilustrasi beasiswa
Analisis

Apakah Beasiswa Kena Pajak?

31 Agustus 2026
Sampah
Artikel

Lebih dari Sekadar Laporan, Sustainability Report sebagai Senjata Bisnis Melawan Krisis Sampah dan Greenwashing

28 Agustus 2026
Ilustrasi jual beli motor bekas apakah dikenakan pajak
Analisis

Apakah Jual Motor Bekas Kena Pajak?

28 Agustus 2026
Ilustrasi mengisi SPT
Analisis

Apakah Kerja Sampingan Harus Dilaporkan di SPT?

28 Agustus 2026
Next Post
Hand holding a notepad with esg concept

Menyulap Tantangan Emisi Jadi Peluang Inovasi: Peran ESG dan R&D

Ilustrasi kejatuhan kelas pekerja

Deindustrialisasi dan Kejatuhan Kelas Pekerja

Global Boiling dan Peran Strategis Sektor Keuangan

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1568 shares
    Share 627 Tweet 392
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
Copyright © 2026 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.