Pratama-Kreston Tax Research Center
No Result
View All Result
Kamis, 9 Juli 2026
  • Login
  • Register
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Center
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Annual Report
    • Sustainability Report
    • Assurance Sustainability Report
    • Kajian Kebijakan Fiskal
    • Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Penyusunan Naskah Akademik
    • Analisis Ekonomi Makro
    • Survei
      • Survei Objek Pajak Daerah
      • Survey Efektivitas Penyuluhan Pajak Daerah
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami
  • INDONESIA
Pratama-Kreston Tax Research Institute
No Result
View All Result

Transformasi Sustainability Reporting Awards di Indonesia

Intan PratiwibyIntan Pratiwi
6 Desember 2024
in Artikel, ESG
Reading Time: 3 mins read
145 9
A A
0
Transformasi Sustainability Reporting Awards di Indonesia
176
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Intan Pratiwi

Accounting Policy Analyst di Pratama Institute for Fiscal Policy & Governance Studies

Sejak diluncurkan pada tahun 2005, Sustainability Reporting Awards (SRA) yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) telah menjadi salah satu penghargaan penting di Indonesia untuk perusahaan yang berkomitmen dalam pelaporan keberlanjutan. Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil mengomunikasikan kinerja keberlanjutannya dalam tiga aspek utama yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fokus penghargaan ini bukan pada penilaian kinerja itu sendiri, melainkan pada kualitas pelaporan, transparansi, dan kepatuhan terhadap pedoman Global Reporting Initiative (GRI), sebuah standar internasional dalam pelaporan keberlanjutan.

Seiring dengan berjalannya waktu, penghargaan ini mengalami transformasi besar, sejalan dengan perkembangan industri keberlanjutan dan kebutuhan untuk menciptakan sistem pelaporan yang lebih terstruktur dan komprehensif. Transformasi ini tidak hanya mencerminkan perkembangan dunia usaha Indonesia, tetapi juga mendorong perusahaan untuk lebih berfokus pada transparansi dan akuntabilitas dalam upaya keberlanjutan mereka.

Sustainability Reporting Awards dari Masa ke Masa

Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) 2005-2012

Pada awalnya, penghargaan ini dikenal dengan nama Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA), yang dimulai pada tahun 2005. ISRA dirancang untuk mengapresiasi perusahaan yang berhasil menyusun laporan keberlanjutan sesuai dengan standar internasional. Pada periode ini, partisipasi dalam penghargaan ini masih terbatas, dengan hanya 7 perusahaan yang berpartisipasi pada tahun pertama. Meskipun demikian, penghargaan ini mulai mendapatkan perhatian lebih dari perusahaan di Indonesia, yang menyadari pentingnya pelaporan keberlanjutan dalam menciptakan transparansi dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Sustainability Reporting Awards (SRA) 2013-2017

Pada tahun 2013, ISRA berganti nama menjadi Sustainability Reporting Awards (SRA). Perubahan ini mencerminkan perkembangan penghargaan yang semakin luas dan mencakup lebih banyak sektor perusahaan, baik itu perusahaan publik maupun non-publik. Peserta penghargaan ini pun mulai meningkat secara signifikan. Pada tahun 2018, jumlah peserta mencapai 56 perusahaan, termasuk perusahaan swasta dan organisasi non-pemerintah. Hal ini menunjukkan kesadaran yang semakin besar dari perusahaan-perusahaan Indonesia akan pentingnya keberlanjutan dan laporan yang transparan mengenai kinerja mereka di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2018-sekarang

Perubahan signifikan terjadi pada tahun 2018, ketika penghargaan ini berganti nama menjadi Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT). Perubahan ini membawa sistem penilaian yang lebih komprehensif dan terstruktur. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menggunakan model pemenang atau winner, ASRRAT menggunakan sistem rating yang memberikan peringkat kepada laporan keberlanjutan berdasarkan kriteria yang lebih objektif. Dengan demikian, ASRRAT tidak hanya memberikan penghargaan kepada perusahaan terbaik, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih luas tentang kualitas pelaporan keberlanjutan di kawasan Asia. Hal ini menjadikan ASRRAT sebagai pemeringkatan pertama di Asia untuk laporan keberlanjutan.

Dampak Transformasi SRA/ASRRAT

Seiring dengan perubahan nama dan sistem penilaian, SRA/ASRRAT semakin memperkuat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keberlanjutan. Penghargaan ini mendorong perusahaan untuk lebih memperhatikan kualitas laporan mereka, dengan menekankan transparansi yang lebih besar tentang dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas mereka. Selain itu, ASRRAT juga berfungsi sebagai alat bagi perusahaan untuk memahami dan mengevaluasi sejauh mana upaya keberlanjutan mereka dapat bersaing di tingkat global.

Transformasi SRA menjadi ASRRAT juga mencerminkan kesadaran yang semakin tinggi akan keberlanjutan di Indonesia dan Asia. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berpartisipasi, penghargaan ini mendorong pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras dalam memperbaiki dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh operasional mereka. Hal ini tentunya berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, yang menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat global.

author avatar
Intan Pratiwi
See Full Bio
Tags: Asia Sustainability Report RatingASRRATLaporan KeberlanjutanSustainability Reportsustainability report awardssustainability reporting awards
Share70Tweet44Send
Previous Post

Catatan Reformasi Perpajakan Indonesia

Next Post

Flourishing MSMEs: The Role of Innovation, Creative Compliance, and Tax Incentives

Intan Pratiwi

Intan Pratiwi

Related Posts

Permenkum 49/2025
Analisis

Memahami Kewajiban Laporan Tahunan Sesuai Permenkum 49/2025

9 Juli 2026
Sustainable Procurement
Analisis

Sustainable Procurement, Strategi Baru Memenangkan Tender B2B

9 Juli 2026
Olahraga Lari
Analisis

Strava Jadi Pemungut PPN PMSE, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

9 Juli 2026
Sustainability Report
Analisis

Mengurai Peran Materialitas dalam Sustainability Report

8 Juli 2026
Pengawasan Pajak
Analisis

Permenkum 49/2025 dan Penguatan Basis Data Pajak

8 Juli 2026
Shortfall
Analisis

Mengurai Ancaman Shortfall di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

8 Juli 2026
Next Post
Flourishing MSMEs: The Role of Innovation, Creative Compliance, and Tax Incentives

Flourishing MSMEs: The Role of Innovation, Creative Compliance, and Tax Incentives

PPN 12%, Pemerintah Klaim Sudah Topang Daya Beli Masyarakat Lewat Insentif Ini

PPN 12%, Pemerintah Klaim Sudah Topang Daya Beli Masyarakat Lewat Insentif Ini

PR Pemerintah usai Skema PPN Diubah Jadi Multitarif

PR Pemerintah usai Skema PPN Diubah Jadi Multitarif

Please login to join discussion

Instansi Anda memerlukan jasa berupa kajian kebijakan fiskal, pajak dan retribusi daerah, penyusunan naskah akademik, ataupun jasa survei?

Atau, Perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun Laporan Tahunan (Annual Report) atau Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)?

Konsultasikan kepada ahlinya!

MULAI KONSULTASI

Popular News

  • Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    Jika Suami Tidak Berpenghasilan, Berapa Besarnya PTKP Istri?

    1564 shares
    Share 626 Tweet 391
  • Batas Waktu Pengkreditan Bukti Potong PPh Pasal 23

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Apakah Jasa Angkutan Umum Berplat Kuning Dikenai PPN?

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Iuran BPJS dikenakan PPh Pasal 21?

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Apakah Pembelian Domain Website dikenakan PPh Pasal 23?

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Copyright © 2025 PT Pratama Indomitra Konsultan

Pratama Institute

Logo Pratama Indomitra
  • Antam Office Tower B Lt 8 Jl. TB Simatupang No. 1 Jakarta Selatan Indonesia 12530
  • Phone : (021) 2963 4945
  • [email protected]
  • pratamaindomitra.co.id

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Konsultasi
  • ESG
  • Insight
    • Buletin
    • In-depth
    • Working Paper
  • Analisis
    • Artikel
    • Opini
    • Infografik
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Liputan Media
  • Jasa Kami
    • Jasa Annual Report
    • Jasa Sustainability Report
    • Jasa Assurance Sustainability Report
    • Jasa Kajian Kebijakan Fiskal
    • Jasa Kajian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
    • Jasa Penyusunan Naskah Akademik
    • Jasa Analisis Ekonomi Makro
    • Jasa Survei
    • Konsultasi Pajak Komprehensif
  • Tentang Kami
    • Kontak Kami

© 2025 Pratama Institute - All Rights Reserved.